Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Dampak Perubahan Iklim

Kebakaran Hutan Kian Merebak di Seluruh Dunia

Foto : AFP/TIMOTHY A CLARY

Selimut Asap | Perahu lalu lalang dekat Patung Liberty di Manhattan, Kota New York, AS, yang diselimuti kabut asap pada Selasa (20/7) lalu. Kabut asap ini berasal dari kebakaran hutan di wilayah pesisir barat AS.

A   A   A   Pengaturan Font

YAKUTSK - Yakutsk di Siberia, Russia, yang dikenal sebagai kota terdingin di dunia, saat ini diselimuti kabut asap saat kebakaran menghanguskan hutan yang telah kering di sekitarnya akibat gelombang panas selama berapa pekan. Kebakaran hutan itu begitu besar hingga asapnya terbawa angin hingga ke Alaska, Amerika Serikat (AS).

Pada saat bersamaan di Oregon, AS, juga terjadi kebakaran hutan yang asapnya terbawa hingga sekitar 3.000 mil melintasi satu ujung benua ke ujung lainnya. Akibat kebakaran hutan itu, Kota New York pada Rabu (21/7) pagi matahari terbit berwarna kemerahan yang disertai kabut asap tebal.

Kebakaran hutan hebat juga di wilayah British Columbia, Kanada. Karena besarnya kebakaran ini, membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan mengatasi kobaran api.

Sementara itu, asap di Republik Yukutia di Siberia pada Selasa (20/7) asap akibat kebakaran tampak begitu tebal sehingga pilot pesawat pemantau bernama Svyatoslav Kolesov, tidak dapat melakukan pekerjaannya karena dalam jarak pandang yang begitu buruk.

Kolesov adalah pilot pos pengamatan udara senior di wilayah Yakutia di Russia timur jauh. Wilayah Siberia ini rentan terhadap kebakaran hutan karena sebagian besar wilayahnya tertutup hutan. Namun Kolesov mengatakan bahwa kobaran api tahun ini berbeda.

Baca Juga :
Padamkan Kebakaran

"Kebakaran baru telah muncul di utara Yakutia, di tempat-tempat di mana tidak ada kebakaran tahun lalu dan di tempat yang tidak pernah terbakar sebelumnya," ujar Kolesov.

Kebakaran yang disaksikan secara langsung oleh Kolesov sesuai dengan peringatan para ilmuwan bertahun-tahun lalu yang menyatakan kebakaran hutan akan terjadi di tempat-tempat yang tidak terbiasa.

"Musim kebakaran semakin lama, api semakin besar, mereka membakar lebih intens dari sebelumnya," kata asisten profesor Geografi Lingkungan di London School of Economics, Thomas Smith.

Ada banyak faktor yang berperan dalam kebakaran hutan seperti pengelolaan lahan yang buruk. Tetapi perubahan iklim membuatnya lebih sering dan intens. Menurut Copernicus Climate Change Service, sebagian besar Eropa, AS bagian barat, Kanada barat daya, dan beberapa wilayah di Amerika Selatan mengalami kondisi yang lebih kering dari rata-rata pada Juni, yang membuat hutan mudah terbakar.

Makin Intens

Kebakaran hutan adalah bagian dari siklus iklim yang ganas. Perubahan iklim tidak hanya memicu kebakaran, karena kebakaran ini melepaskan lebih banyak karbon ke atmosfer yang memperburuk krisis. Beberapa ilmuwan bahkan mengatakan kebakaran tahun ini sangat buruk.

"Sejak pertengahan Juli, perkiraan total emisi lebih tinggi dari banyak total tahun-tahun sebelumnya untuk periode musim panas. Semua itu menunjukkan bahwa ini adalah masalah yang sangat persisten," kata ilmuwan senior di Dinas Pemantauan Atmosfer Copernicus, Mark Parrington.

Gelombang panas dan kekeringan juga membuat daerah baru rentan terhadap kebakaran. Parrington mencontohkan ke situasi yang terjadi di Arktik Siberia yang merupakan ekosistem tundra yang basah dan beku dan kini malah terjadi kebakaran. "Dalam dua tahun terakhir kami melihat banyak kebakaran di ekosistem ini, yang menunjukkan bahwa banyak hal berubah di sana," pungkas dia. SB/CNN/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top