Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapal Perang AS dan Kanada Melintasi Selat Taiwan

📅 Senin, 21 Okt 2024, 09:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapal Perang AS dan Kanada Melintasi Selat Taiwan Doc: Taipei Times/US Navy/Handout via Reuters
Ket. Kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut AS USS Chung-Hoon (atas) berlayar bersama fregat Angkatan Laut Kerajaan Kanada HMCS Montreal selama operasi Surface Action Group sebagai bagian dari latihan “Noble Wolverine” di Laut Tiongkok Selatan pada 30 Mei tahun lalu.

TAIPEI - Sebuah kapal perang AS dan Kanada telah melewati perairan yang memisahkan Taiwan dan Tiongkok, seminggu setelah Beijing mengadakan latihan militer skala besar di jalur sensitif tersebut.

Amerika Serikat dan sekutunya secara rutin melintasi Selat Taiwan sepanjang 180 kilometer (112 mil) untuk memperkuat statusnya sebagai jalur perairan internasional, yang membuat Beijing marah.

Partai Komunis Tiongkok tidak pernah memerintah Taiwan, tetapi mengklaim pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian wilayahnya dan mengatakan tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu ke bawah kendalinya.

"Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Higgins (DDG 76) dan fregat kelas Halifax Angkatan Laut Kerajaan Kanada HMCS Vancouver (FFH 331) melakukan transit rutin di Selat Taiwan pada 20 Oktober," kata Armada ke-7 Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

"Transit Higgins dan Vancouver melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika Serikat dan Kanada untuk menegakkan kebebasan navigasi bagi semua negara sebagai prinsip."

Tiongkok mengatakan pada hari Senin bahwa tindakan AS dan Kanada telah mengganggu "perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan".

"Komando Teater Timur PLA mengorganisasikan angkatan laut dan udara untuk memantau dan tetap waspada selama transit, menangani situasi sesuai dengan hukum dan peraturan," kata juru bicara militer Kapten Li Xi dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Taiwan tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP.

Beijing mengirimkan sejumlah pesawat militer, kapal perang, dan kapal penjaga pantai dalam jumlah yang memecahkan rekor untuk mengepung Taiwan pada tanggal 14 Oktober dalam putaran keempat latihan besar hanya dalam waktu dua tahun.

Taiwan mengerahkan "pasukan yang sesuai" dan menempatkan pulau-pulau terpencil dalam keadaan siaga tinggi sebagai tanggapan atas latihan tersebut, yang menurut Beijing merupakan "peringatan keras terhadap tindakan separatis pasukan 'Kemerdekaan Taiwan'".

Beijing telah meningkatkan tekanan militer terhadap Taipei dalam beberapa tahun terakhir, dengan mengerahkan pesawat tempur dan pesawat militer lainnya serta kapal di sekitar pulau tersebut hampir setiap hari.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya telah mendeteksi 14 pesawat militer Tiongkok dan 12 kapal angkatan laut dalam 24 jam hingga pukul 6.00 pagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

43 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.