Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Kabar Buruk! Kemendag Mengatakan Harga Minyak Goreng Akan Terus Naik, Ini Sebabnya

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Harga minyak goreng diprediksikan akan terus naik sampai kuartal I-2022. Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan menguatnya harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dunia.

Sebelumnya, agar tidak melambungkan harga, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berjanji akan "mengguyur" minyak goreng murah ke pasar. Pemerintah akan menjual minyak goreng kemasan murah seharga Rp 11.000 per liter.

"Mereka (pelaku usaha) sudah setuju dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendistribusikan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana dengan harga 14.000," ujar Lutfi dalam keterangannya, Senin (15/11). Minyak goreng murah tersebut akan dijual di gerai Aprindo.

Ada 45.000 gerai yang akan menjual minyak goreng murah tersebut di seluruh Indonesia. Meski dijual dengan harga Rp 14.000 per liter, harga tersebut masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah. Sebelumnya HET pemerintah sebesar Rp 11.000 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana.

Sementara itu, Oke Nurwan menyebut, CPO sebagai komoditas supercycle memang memiliki kelebihan, tetapi di sisi lain menimbulkan dampak negatif terhadap harga minyak goreng. Lanjutnya, jika harga CPO meningkat, kemungkinan harga komoditas minyak goreng juga akan naik terus.
Halaman Selanjutnya....


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Zulfikar Ali Husen

Komentar

Komentar
()

Top