Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Kabar Buruk Bagi Warga RI! Inflasi Indonesia Berisiko Melebihi Angka 4 Persen pada 2023

Foto : Bloomberg

Ilustrasi

A   A   A   Pengaturan Font

Perry menuturkan peningkatan tersebut utamanya disebabkan tingginya inflasi kelompok pangan bergejolak mencapai 11,47 persen (yoy), yang seharusnya tidak lebih dari lima persen atau maksimal enam persen.

Antara menuturkan Perry menilai tekanan inflasi pangan domestik bersumber dari kenaikan harga komoditas global, berlanjutnya ketegangan geopolitik di sejumlah negara yang berdampak pada terganggunya mata rantai pasokan global dan mendorong sejumlah negara melakukan proteksionisme pangan.

Baca Juga :
Menanti Data PPI AS

"Sementara dari dalam negeri terjadi gangguan pasokan di sejumlah sentra produksi hortikultura, termasuk aneka cabai dan bawang merah akibat permasalahan struktural di sektor pertanian, cuaca, serta ketersediaan antar waktu dan antar daerah," tuturnya.

Selain itu, menurut Perry kenaikan harga energi global juga telah mendorong peningkatan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah, termasuk angkutan udara. Namun, tekanan dapat tertahan sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan subsidi energi.

Sementara itu, tekanan inflasi dari sisi permintaan atau yang sering disebut inflasi inti tercatat masih tetap rendah. Hal ini menurut Perry menunjukkan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih meskipun sudah meningkat.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Suliana

Komentar

Komentar
()

Top