Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Bebaskan Lebih dari 2.000 Demonstran

📅 Jumat, 02 Jul 2021, 06:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Bebaskan Lebih dari 2.000 Demonstran Doc: RFA/Myo Min Soe
Ket. Jurnalis DIbebaskan l Jurnalis dari Myanmar Now, Kay Son Nway (kiri) dan jurnalis foto Myanmar Press Agency yaitu Ye Myo Khant, berpose bersama setelah mereka dibebaskan dari Lapas Insein di Yangon, pada Rabu (30/6).

Kudeta di Myanmar

Junta Bebaskan Lebih dari 2.000 Demonstran

YANGON - Pihak berwenang di Myanmar telah membebaskan lebih dari 2.000 pengunjuk rasa antikudeta dari penjara di seluruh negeri pada Rabu (30/6). Selain pengunjuk rasa, turut dibebaskan pula wartawan lokal yang dipenjara setelah melaporkan secara kritis tindakan penumpasan berdarah oleh pasukan junta.

Myanmar telah diguncang oleh aksi protes besar-besaran yang mendapat tanggapan secara brutal oleh pasukan militer sejak kudeta Februari yang menggulingkan Aung San Suu Kyi dan pemerintahannya.

Menurut laporan kelompok pemantau lokalAssociation for the Assistance of Political Prisoners, ada lebih dari 884 warga sipil tewas akibat tindak penumpasan oleh junta dan hampir 6.500 orang ditangkap dan saat ini ada 5.554 orang yang masih mendekam di penjara.

"Setelah pihak berwenang mengumumkan pembebasan, massa yang jumlahnya kira-kira 200 orang, berkerumun di luar Lapas Insein di Yangon berharap orang yang mereka cintai ada diantara yang dibebaskan," ungkap seorang reporterAFP.

Ketika bus-bus keluar dari Lapas Insein untuk membawa para tahanan ke kantor polisi setempat di mana mereka akan dibebaskan, mereka yang berada di dalam bus terlihat mengacungkan salam tiga jari, simbol protes yang populer, melalui jendela bus.

"Hingga malam hari, tercatat adatotal 2.296 pengunjuk rasa telah dibebaskan dari penjara di seluruh negeri," tim informasi junta mengatakan dalam sebuah pernyataan, namun mereka sama sekali tak menjelaskan alasan dari pembebasan tahanan ini.

Sebuahoutletmedia lokal menulis bahwa jurnalis Kay Zon Nway dariMyanmar Nowtermasuk di antara mereka yang dibebaskan dari Lapas Insein. Begitu pula seorang jurnalis foto untukMyanmar Press Agencybernama Ye Myo Khant, terlihat di antara mereka yang dibebaskan dari Insein.

Menurut laporan portal beritaIrrawaddy, ada 6 jurnalis yang dibebaskan pada Rabu lalu.

Namun wartawan dari Amerika Serikat, Danny Fenster, yang ditahan di penjara yang sama sejak 24 Mei, tak terlihat di antara mereka yang dibebaskan.

"Tidak ada orang asing di antara mereka yang dibebaskan dari Lapas Insein pada Rabu," ucapseorang pejabat penjara yang enggan disebutkan jati dirinya.

5 Bulan

Pada Kamis (1/7) kemarin Myanmar memperingati lima bulan terjadinya kudeta militer, akan tetapi junta militer belum berhasil mengendalikan seluruh negara saat ini dan aksi protes masih berlanjut di beberapa daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.