Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Jangan Rusak Vitamin C dalam Buah dan Sayur

Foto : ISTIMEWA

menjaga vit c

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Salah satu vitamin yang sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh terutama dari infeksi Covid-19 adalah vitamin C. Hal tersebut karena karena vitamin C merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan tubuh.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K) menjelaskan, salah satu peran vitamin C adalah sebagai antioksidan yang dapat mendukung fungsi sel imun dalam menjaga daya tahan tubuh terhadap infeksi. Tidak seperti vitamin lain, vitamin C tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan khususnya sayur dan buah-buahan.

"Vitamin C juga tidak dapat disimpan dalam tubuh dalam jangka waktu lama karena merupakan vitamin larut dalam air. Oleh karena itu penting sekali untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin C yang tepat dan baik, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap orang," jelas dia dalam webinar berjudul 'Pertahankan Daya Tubuh, Holisticare Luncurkan Varian Baru', Rabu (28/4).

Vitamin C sendiri memiliki beberapa fungsi, seperti sebagai antioksidan dan sebagai kolagen. Kolagen sendiri merupakan protein yang terdapat banyak di dalam tubuh. Contohnya, kolagen terdapat di kulit, otot, tulang, tendon, pembuluh darah, dan sistem pencernaan.

Inge menjelaskan, beberapa jenis buah yang merupakan sumber vitamin C alami diantarnya jeruk, mangga, jambu, nanas, kiwi, tomat, stroberi, dan pepaya. Sementara sayuran yang banyak mengandung vitamin C adalah paprika, brokoli, kentang, dan kembang kol.

Meski sangat berguna namun vitamin C terutama yang berada di sayur yang diolah tidak tepat mudah rusak oleh sifatnya yang mudah larut dalam air. "Jika disimpan atau diolah pada suhu yang terlalu panas vitaminnya akan hilang," ujar dia.

Memasak pada suhu yang terlalu panas, dan pemotongan yang terlalu kecil membuat kandungan vitamin C hilang. Sedangkan pada buah misalnya pada buah jeruk yang diperas vitamin akan dengan cepat teroksidasi karena termasuk zat yang labil dan mudah rusak. "Jangan sampai minum jus jeruk namun yang diminum hanya air jeruk saja tanpa ada kandungan vitamin C-nya," ujar dia.

Dalam mengolah sayur dan buah Inge menyarankan agar sebisa mungkin mengolahnya tanpa melalui banyak proses yang membuat vitaminnya rusak, seperti direbus atau ditumis telalu lama pada suhu yang sangat panas. "Jika Anda merasa kecukupan asupan vitamin C sayur dan buah masih kurang bisa mengonsumsi suplemen vitamin C," ujar Inge.

Chief Strategy Officer Konimex Group, Edward Joesoef, mengatakan, di tengah pandemi COovid-19 belum sepenuhnya berakhir. Untuk menjaga daya tahan tubuh dengan maksimal masyarakat perlu asupan vitamin C. "Kami menciptakan inovasi baru Holisticare Ester C 1000 dengan kandungan vitamin C yang lebih tinggi," ujar dia.

Kelebihan Ester C 100 kata Edward, dapat bertahan hingga 24 jam dalam tubuh atau 24-hours bioavailability. Bagi mereka yang mengalami gangguan lambung produk vitamin C tersebut tidak menyebabkan rasa perih serta relatif lebih rendah resiko batu ginjal.




Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top