Logo

Follow Koran Jakarta di Sosmed

  • Facebook
  • Twitter X
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Threads

© Copyright 2025 Koran Jakarta.
All rights reserved.

Jumat, 28 Feb 2025, 00:00 WIB

Jangan Ragu! Investasi EBT Kunci Menuju Kemandirian Energi

Transisi Energi - Indonesia Perlu Terjun ke Investasi EBT

Foto: antara

JAKARTA - Indonesia harus berani masuk kepada investasi energi baru terbarukan atau EBT. Pasalnya, investasi di sektor tersebut memiliki risiko tinggi yang menjadi tantangan utama selama ini.

Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengakui upaya menarik inveatasi ke sektor EBT menjadi pekerjaan rumah besar ke depannya. Investasi di energi terbarukan ini merupakan tantangan sangat besar dikarenakan cukup high risk.

"Saya juga setuju bahwa di situ butuh teknologi dan investment capital expenditures (capex) yang sangat besar dengan risiko yang tinggi, tetapi dengan adanya situasi saat ini dan apalagi kita masuk ke dalam konsep Danantara yang merupakan konsep kemandirian berinvestasi kita, saya pikir dan ini juga memang sudah ditetapkan oleh Bapak Presiden RI, kita harus berani masuk kepada investasi energi terbarukan itu sendiri," ujar Todotua Pasaribu di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut dia, khususnya di bidang panas bumi atau geotermal, Indonesia memiliki cadangan terbesar kedua di dunia. "Kita meyakini karena hampir sebagian besar wilayah Indonesia itu dilalui oleh garis gunung berapi," katanya.

Berbicara terhadap energi baru dan terbarukan. Total potensial energi baru dan terbarukan yang menjadi target Indonesia ke depannya adalah di angka 3.700 gigawatt. Namun, realisasinya saat ini masih sangat rendah.

"Ini memang hal yang serius dari angka yang baru termanfaatkan sekitar 14,4 gigawatt atau hanya baru sekitar 0,39% daripada potensi 3.700 gigawatt, ini memang adalah suatu tantangan atau potensi yang sangat besar untuk kita masuk serius pengelolaannya ke depan. Apalagi ke depan tren kondisional saat ini dan ke depan memang isu masuk kepada energi terbarukan ini adalah is a must (wajib)," kata Wamen Investasi.

Peluang Besar

Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengajak 35 delegasi perusahaan asal Prancis tergabung dalam asosiasi pengusaha internasional dari Prancis (MEDEF) untuk menanamkan modalnya di sektor energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Rosan mengatakan para investor Prancis memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor energi terbarukan di Indonesia, mengingat energi tersebut mencapai sekitar 3.700 gigawatt dan baru 1 persen yang dimanfaatkan, atau sekitar 13,08 gigawatt.

Potensi itu tersebar di berbagai wilayah, dengan potensi terbesar berasal dari energi surya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Tag Terkait:

Bagikan:

Portrait mode Better experience in portrait mode.