Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Jakarta Akan Terendam

Foto : ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj

Warga berjalan di atas jembatan kayu di perkampungan nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (31/7/2021). Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan wilayah Jakarta bagian Utara akan tenggelam akibat faktor perubahan iklim, eksploitasi air tanah hingga kenaikan permukaan laut karena pencairan lapisan es akibat pemanasan global.

A   A   A   Pengaturan Font

Mencegah agar Jakarta tidak terendam harus segera dilakukan dengan cara mengurangi bebannya. Rencana pemerintah memindah ibu kota ke Kalimantan ­Timur itu salah satu solusinya.

Ketua Kelompok Penasihat Perubahan Iklim Inggris, Sir David King telah membuat peringatan keras yang menyatakan bahwa kota-kota pesisir utama Inggris, termasuk London terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut.

Sebagai negara kepulauan, tantangan terbesar yang dihadapi Inggris dari perubahan iklim adalah naiknya permukaan air laut dan badai laut. Inggris kemungkinan akan lebih sering menyaksikan cuaca ekstrem seperti badai dan banjir. Badai tersebut dapat mengakibatkan sungai-sungai di pedalaman Inggris mengalami banjir sehingga daerah di pesisir Inggris akan semakin tenggelam.

London yang dialiri Sungai Thames terancam memiliki serangan banjir dari kedua sisi, dari pedalaman Sungai Thames dan dari muara. Karena itu David King menyarankan ke Pemerintah Inggris dan pihak Kerajaan untuk segera menyiapkan rencana pemindahan ibu kota menyusul seperti Indonesia yang akan memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.

London dan Jakarta mempunyai permasalahan yang sama. Jakarta juga terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. "Jakarta tidak lagi layak untuk 20 tahun sampai 30 tahun mendatang," kata David King.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga meramalkan beberapa lokasi di Jakarta, bukan seluruhnya, diprediksi terendam pada 2050. Pada tahun itu, kenaikan muka air laut akan membanjiri daerah Jakarta seluas lebih kurang 160,4 kilometer persegi atau 24,3 persen dari luas total daerah itu. Air laut masuk ke wilayah antara lain Tanjung Priok, Pluit, Pademangan, Kapuk dan Penjaringan, bukan ke seluruh wilayah Jakarta.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top