Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Iran Pertimbangkan Pertemuan Informal dengan AS

Foto : VoA/Reuters

Perunding Iran untuk perjanjian nuklir, Abbas Araqchi, menghadiri pertemuan di Wina, Austria, 1 September 2020.

A   A   A   Pengaturan Font

DUBAI - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, Sabtu (20/2), mengatakan Iran sedang mempelajari sebuah usulan dari Uni Eropa untuk mengadakan pertemuan informal antara para anggota perjanjian nuklir Iran dan Amerika Serikat (AS). Namuh, pihaknya belum memberi tanggapan.

Iran dan AS berbeda pendapat soal siapa yang harus mengambil langkah pertama untuk menghidupkan lagi perjanjian 2015 itu. Iran berkeras AS harus mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan oleh mantan presiden Donald Trump terlebih dulu, sedangkan AS berpendapat Iran harus mematuhi perjanjian itu terlebih dulu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif awal bulan ini menyarankan sebuah cara untuk mengatasi kebuntuan itu. Dia mengatakan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell bisa menyelaraskan gerakan.

"Kami mempelajari usulan Josep Borrell untuk mengadakan pertemuan informal antara pera anggota perjanjian nuklir dengan AS dan Iran, dan kami berkonsultasi dengan mitra-mitra, termasuk Russia dan Tiongkok, dan kami akan merespon usulan ini di masa depan," kata Araqchi dalam wawancara dengan stasiun pemerintah.

"Namun, kami meyakini kembalinya AS ke perjanjian nuklir tidak perlu pertemuan dan satu-satunya cara adalah bagi AS untuk mencabut sanksi-sanksi," imbuh Araqchi.

Seorang juru bicara pemerintah Iran sebelumnya mengatakan bahwa Iran yakin sanksi-sanksi AS akan segera dicabut, meskipun masih ada kerumitan diplomatik untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir. Hal itu mengisyaratkan keinginan Teheran untuk mengakhiri kebuntuan meski tidak menawarkan posisi baru.

Gedung Putih pada Jumat (19/2) mengatakan AS tidak akan mengambil langkah tambahan, dalam menanggapi tekanan dari Iran, sebelum diadakannya perundingan dengan Teheran dan negara-negara berpengaruh mengenai kelanjutan perjanjian itu. VoA/I-1



(ils/I-1)
Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top