Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investasi Energi Terbarukan di Asean Tumbuh 240%

📅 Senin, 04 Sep 2023, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investasi Energi Terbarukan di Asean Tumbuh 240% Doc: ANTARA/MEDIA CENTER KTT ASEAN 2023/GALIH PRADIPTA
Ket. BANGUN KOLABORASI INVESTASI | Menteri Investasi/ BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan saat pembukaan ASEAN Investment Forum (AIF) 2023 di Jakarta, Sabtu (2/9). Penyelenggaraan AIF 2023 untuk membangun kolaborasi investasi yang inklusif, di mana foreign direct investment di Asean pada 2022 tumbuh 5 persen menjadi 224,2 miliar dollar AS di tengah penurunan FDI global sebesar 12 persen.

JAKARTA - Asean menjadi salah satu tujuan investasi hijau di dunia. Indikasinya, pada 2022, investasi untuk sektor terbarukan tumbuh 240 persen.

"Salah satu pilar penting dari pembangunan berkelanjutan adalah transisi energi. Peningkatan investasi di sektor energi terbarukan di ASEAN tumbuh positif, tahun lalu investasi baru di sektor energi terbarukan naik dan datanya cukup luar biasa sekali sebesar 240 persen di ASEAN," kata Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara kunci dalam ASEAN Investment Forum (AIF) 2023 bertajuk Investments for Sustainable Development di Jakarta, akhir pekan lalu.

AIF 2023 merupakan kegiatan sampingan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean.

Kendati demikian, lanjut Bahlil, peningkatan investasi tersebut masih perlu terus didorong. Menurut analisis dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD,) dia mengungkapkan investasi untuk sektor energi terbarukan di Asean perlu naik hingga empat kali lipat atau sekitar 150 miliar dolar AS setiap tahunnya agar target transisi energi Asean tercapai.

"Kita mempunyai sumber daya alam tetapi kalau tidak cukup FDI (foreign direct investment) masuk untuk mendorong tentang investasi di bidang transisi energi akan susah untuk kemudian dapat kita wujudkan bersama-sama," kata dia.

Dia pun mencontohkan investasi untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Asean pada 2022 juga meningkat sangat pesat sebesar 570 persen.

"Capaian ini memang kerja keras dari semua negara-negara di Asean. Untuk Indonesia, saya mengambil contoh pada waktu kurun waktu 2020 sampai dengan 2023, kita sudah mampu berkomunikasi dan berkomitmen dengan investor. Khususnya FDI sebesar 42 miliar dolar AS lebih untuk ekosistem EV, ini untuk membangun ekosistem dari dulu ke hilir untuk baterai maupun mobil dan dua perusahaan besar yang bermain di ekosistem baterai mobil di Indonesia sekarang udah masuk LG (Energy Solution) sama CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited)," tuturnya.

Pembangunan Berkelanjutan

Dengan investasi kendaraan listrik yang meningkat tajam, dia menilai Asean mampu menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dapat berjalan beriringan dengan transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA).

"Peningkatan pesat investasi ke sektor EV merupakan penegasan bahwa sudah bukan lagi saatnya investor datang untuk mengeruk kekayaan alam dan menguasai nilai tambah, sementara rakyat kita hanya menjadi penonton. Bukan saatnya lagi," kata Bahlil.

Dia juga menegaskan bahwa masa depan dunia saat ini juga ada di kawasan Asean. Menurutnya, hampir semua negara di Asean memiliki keunikan dan keunggulan komparatif.

"Negara-negara lain itu tengah maju duluan dan menurut pandangan saya itu masa lalu dari kebesaran dunia, namun masa depan dunia sekarang ada pada kawasan Asean. Ini penting saya mau sampaikan, sebab apa? sumber daya alam di negara Asean ini hampir semua negara memiliki keunikan dan keunggulan komparatif dan hari ini dunia membutuhkan itu," ujar Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.