Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Saran Jitu dari BRIN untuk Mengatasi Masalah Stunting

📅 Rabu, 29 Nov 2023, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Saran Jitu dari BRIN untuk Mengatasi Masalah Stunting Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Fitriah Ernawati menjelaskan gizi mikro dalam webinar Stunting dan masalah gizi mikro di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Jakarta - Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Fitriah Ernawati mengatakan permasalahan stunting dan gizi mikro dapat diatasi dengan mengkonsumsi mineral seng atau Zinc dan vitamin D.

"Berdasarkan data Riskesdas pada 2021 menunjukkan 20 persen anak usia 5 sampai 12 tahun kekurangan seng dan 13 persen kurang vitamin D," kata Fitriah dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Fitriah menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

"Jadi karena adanya infeksi berulang itu harusnya anak tumbuh sehingga dipakai untuk imunitasnya digunakan untuk melawan infeksi yang terjadi di dalam tubuhnya," ujarnya.

Ia mengungkapkan berdasarkan jurnal media kesehatan masyarakat Indonesia ada hubungan yang signifikan antara kecukupan seng dengan kejadian stunting.

"Asupan seng yang rendah itu berisiko 1 sampai 9 kali terhadap kejadian stunting," ungkapnya.

Doktor lulusan Institut Pertanian Bogor itu menuturkan selain peran seng berdasarkan jurnal Fakhira terdapat pengaruh defisiensi vitamin D terhadap proses pertumbuhan tulang pada balita stunting sehingga menghambat fungsi IGF-1 dalam peningkatan osteoblastogenesis.

"Vitamin D itu berperan dalam metabolisme tulang pada saat pertumbuhan dan juga meningkatkan imunitas anak," tutur Fitriah.

Menurutnya, perlunya eksplorasi bahan pangan lokal sebagai sumber gizi mikro khususnya yang terkait untuk pertumbuhan anak.

"Peranannya cukup besar karena yang mengelola, yang bisa di metabolisme dengan sempurna apabila zat gizi mikro ini cukup, zat gizi mikro ini punya fungsi untuk imunitas, untuk kerja enzim, dan sampai ke DNA," ujarnya.

Dia menambahkan kurang vitamin D lebih besar terjadi pada perempuan daripada laki-laki karena anak laki-laki banyak bermain di luar.

"Perlu disosialisasikan di SD untuk menambah waktu anak-anak itu berolahraga sehingga anak-anak yang main gadget dalam ruangan keluar mendapatkan paparan sinar matahari serta memperbanyak konsumsi hewani," ucap Fitriah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.