Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Konflik Timur Tengah I HMS Duncan Tiba di Kawasan Teluk

Inggris Tolak Ide Barter Tanker

Foto : AFP/Dan Kitwood

Tolak Barter l Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, saat memberikan keterangan pers di luar Gedung Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran, London, pada pertengahan pekan lalu. Saat sesi wawancara dengan radio BBC, Menlu Raab menolak gagasan barter tanker yang dicetuskan Presiden Iran, Hassan Rouhani, demi meredakan ketegangan di Teluk.

A   A   A   Pengaturan Font

Inggris mengesampingkan gagasan untuk barter kapal tanker dengan Iran dalam upaya meredakan ketegangan di Teluk Persia, dan menyebut gagasan itu tak setara.

LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, pada Senin (29/7) mengesampingkan gagasan untuk membebaskan tanker milik Iran dan menukarnya dengan kapal berbendera Inggris yang disita oleh Teheran saat berlayar di kawasan Teluk beberapa waktu lalu. Ide barter tanker dengan Iran atau secara bersamaan melepas tanker itu mengemuka dalam upaya meredakan ketegangan di Teluk Persia.

"Tak ada istilah quid pro quo (timbal balik). Penyitaan kapal Inggris oleh Iran dan sebaliknya, tidak setara," kata Menlu Raab pada radio BBC. "Tanker Iran dicegat karena melanggar sanksi. Kami menahannya sesuai dengan aturan. Sementara tanker kami, disergap dengan cara yang melanggar hukum," imbuh Menlu Inggris itu.

"Ini bukan semacam barter, namun tentang penegakan sistem hukum dan aturan hukum internasional. Itulah yang ingin kami tekankan," tegas Raab.

Dalam pernyataannya, Menlu Raab mengatakan jika Iran ingin keluar dari kegelapan dan diterima sebagai anggota komunitas internasional, maka mereka harus mematuhi aturan internasional.

"Anda tidak bisa melakukan penahanan yang tidak sah terhadap kapal asing," kata ," ucap Raab kepada Sky News.

Hubungan antara Iran dan Inggris semakin panas sejak pasukan elite Iran, Garda Pengawal Revolusi Islam, menyita tanker berbendera Inggris, Stena Impero, pada 20 Juli. Penyitaan itu terjadi setelah pasukan Inggris menahan tanker Iran, Grace 1, di dekat Gibraltar pada 4 Juli, yang dituding London telah melanggar aturan sanksi Uni Eropa terhadap Suriah.

Gagasan barter tanker ini sebelumnya diisyaratkan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Kapal Perang Tiba

Pernyataan Menlu Raab dilontarkan bersamaan dengan tibanya sebuah kapal perang Inggris, HMS Duncan, di perairan Teluk.

"Kapal perang perusak Inggris yang bertugas untuk mengawal kapal berbendera Inggris itu, di telah tiba di Teluk ditengah meningkatnya ketegangan dengan Iran," demikian penyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Sementara menurut Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, HMS Duncan, akan melanjutkan tugas HMS Montrose membantu mengamankan rute pelayaran penting ini.

HMS Duncan nantinya akan menemani kapal perang Inggris lainnya, fregat HMS Montrose, sebelum menjalani perawatan di Bahrain pada pengujung Agustus mendatang. Nantinya, HMS Montrose akan ditarik sepenuhnya pada akhir tahun ini dan digantikan oleh oleh fregat lainnya, HMS Kent.

Sebelumnya Inggris menyatakan akan membentuk armada pengawal pimpinan Eropa yang bertugas untuk melindungi jalur pengiriman yang strategis di perairan Teluk, sembari mengatakan bahwa London tak menginginkan konfrontasi dengan Teheran.

Iran menolak keras keinginan Inggris untuk membentuk armada pengawal pimpinan Eropa di kawasan Teluk dengan menyatakan kehadiran kekuatan asing hanya akan memperuncing konfrontasi, meningkatkan permusuhan, serta bisa semakin meningkatkan ketegangan. ang/AFP/BBC/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : AFP

Komentar

Komentar
()

Top