Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Infrastruktur Penunjang Tol Laut Perlu Ditambah

📅 Jumat, 02 Jun 2023, 09:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Infrastruktur Penunjang Tol Laut Perlu Ditambah Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut infrastruktur penunjang program tol laut perlu ditambah. Penambahan itu dimaksudkan agar distribusi barang berjalan lancar dan menurunkan biaya logistik.

"Menurut saya infrastruktur harus ditambah, teknologi juga komunikasi juga harus terus ditingkatkan sehingga bagaimana menurunkan biaya logistik di daerah-daerah," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Capt. Hendri Ginting dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dipantau secara daring, Rabu (31/5).

Dia mencontoh di daerah-daerah penghasil ikan seperti Maluku dan Maluku Utara perlu adanya cold storage atau gudang beku untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan nelayan. "Permasalahan di tol laut seperti di daerah Ambon kemudian di Maluku Utara banyak sekali ikan, di sana sangat dibutuhkan cold storage karena ikannya sudah diangkut oleh nelayan dikumpulkan terus harus ada tempat untuk menampung selama belum dibawa ke daerah tujuan atau penjualan sehingga cold storage sangat dibutuhkan di beberapa daerah penghasil ikan," ujar Hendri.

Kemudian, kata dia, permasalahan umum terkait dengan program tol laut, yakni proses bongkar muat di pelabuhan yang belum efisien.

Permasalahan di tol laut juga mungkin secara umum, salah satunya adalah pada saat muatan dibawa ke suatu tempat. "Contoh ke Ende (NTT) kami melakukan bongkar di situ kemudian muat lagi di situ jadi kapalnya akan lama menunggu, proses bongkar muatnya jadi berhari-hari menunggu muatan diturunkan dikosongkan diisi lagi. Ini juga membuat kecepatan pemuatan jadi terganggu," ungkap Hendri.

Kalau di pelabuhan besar, lanjut dia, muatan discharging-nya selesai langsung dibawa muatan yang diangkut juga langsung naik jadi kecepatannya juga sangat berbeda di pelabuhan-pelabuhan yang sudah modern. "Mungkin truknya cuma satu sehingga menurunkan muatan yang cukup banyak, jadi ini memakan waktu yang cukup lama," lanjutnya.

Disparitas Harga

Adapun program tol dijalankan sejak 2015 yang bertujuan untuk mengurangi disparitas harga di daerah-daerah 3TP, yaitu tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan. Program tol laut juga mendukung sektor transportasi dalam menjamin kelancaran distribusi logistik dan menekan biaya transportasi guna mengendalikan inflasi.

"Saat ini, ada 39 trayek (kapal barang tol laut) kalau pada 2022, ada 33 trayek saja, mekanismenya ada yang menggunakan operasional kapal, ada dengan titik muatan sehingga lebih memperkaya dalam hal-hal yang dialami di lapangan," kata Hendri.

Sementara jenis barang buatan yang dapat diangkut melalui tol laut sebagaimana Perpres Nomor 59 Tahun 2020, yakni 11 barang kebutuhan pokok terdiri atas beras, kedelai bahan baku tahu/tempe, cabe, bawang merah, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan ikan segar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.