Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

India Akan Jalani Debut MotoGP

Foto : Money SHARMA / AFP

konferensi pers I Dari kiri ke kanan: Pembalap Marc Marquez, Fabio Quartararo, Aleix Espargaro, Augusto Fernandez, dan Franco Morbidelli saat konferensi pers menjelang Grand Prix MotoGP India di Sirkuit Internasional Buddh, Greater Noida, New Delhi, Kamis (21/9).

A   A   A   Pengaturan Font

GREATER NOIDA - India menjadi tuan rumah MotoGP untuk pertama kali, Minggu (24/9). Ajang balap sepeda motor utama tersebut berupaya memanfaatkan basis penggemar baru yang berpotensi menguntungkan dan meraih kesuksesan di trek bekas Formula 1.

Kendaraan roda dua adalah alat transportasi berbahan bakar bensin paling populer di India. Lebih dari separuh rumah tangga memiliki setidaknya satu sepeda motor atau skuter. Bandingkan hanya delapan persen rumah tangga yang memiliki mobil.

Angka penjualan menunjukkan peningkatan minat terhadap sepeda motor kelas atas dan beroktan tinggi. Penyelenggara MotoGP mengandalkan tren tersebut untuk meningkatkan minat terhadap MotoGP di negara dengan populasi terpadat dunia.

"Kami memiliki lebih dari satu juta sepeda dalam kategori 250cc-plus yang dijual setiap tahun di India. Ini berarti lebih dari satu juta orang membeli sepeda motor untuk transportasi," ujar Vaibhav Sinha, Kepala Eksekutif Promotor MotoGP India, Fairstreet Sports, Jumat (22/9).

Namun, menjelang balapan, muncul kekhawatiran mengenai keselamatan Sirkuit Internasional Buddh, khususnya kekhawatiran mengenai tembok yang terlalu dekat dengan aspal. "Di India, semua pembalap bersama-sama akan berjalan di trek sebelum kami naik motor untuk memahami situasinya," ujar pembalap Spanyol Aleix Espargaro seperti dilaporkan.

Beberapa personel tim dan pembalap MotoGP juga mengalami masalah dalam mendapatkan visa ke India. Namun penyelenggara menyalahkan hal teknis dan mengatakan bahwa masalah itu sedang dalam proses penyelesaian.

Fairstreet Sports menandatangani kontrak tujuh tahun dengan pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, untuk mengadakan balapan di India, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia. "India adalah pasar penting bagi pertumbuhan MotoGP," ujar kepala olahraga Dorna Carlos Ezpeleta.

"Bagi kami, menerobos India, yang merupakan sebuah negara besar, sangatlah penting. Ini pasar kendaraan roda dua terbesar dunia. Sangat penting bagi kami, para pemangku kepentingan, dan produsen," sambungnya.

Sirkuit Buddh di pinggiran kota New Delhi sebelumnya merupakan markas Formula 1. India menjadi tuan rumah F1 selama tiga tahun (2011-2013) namun kehilangan hak tersebut dengan sisa kontrak dua tahun karena kemunduran finansial dan birokrasi. Saat itu pemerintah menolak mengakui Formula 1 sebagai sebuah olahraga.

Itu berarti penyelenggara harus membayar pajak dan bea atas segala sesuatu yang berhubungan dengan balapan tersebut. Menurunnya jumlah penonton juga berdampak buruk pada ajang tersebut. Para pendukung lokal MotoGP berharap dapat menghindari jebakan yang menghancurkan ajang motorsport internasional terakhir di India.

"F1 juga merupakan pengalaman pembelajaran yang luar biasa bagi kami," ujar Sinha. India menghabiskan beberapa tahun melakukan studi kepatuhan dan memastikan tidak mengalami masalah serupa karena menegakkan hukum negara paling penting. ben/AFP/G-1


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Benny Mudesta Putra, AFP

Komentar

Komentar
()

Top