Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Ilmuwan Teliti Spesies Mikroba Usus Sebagai Prediktor Depresi

Foto : Getty Images

Ilustrasi.

A   A   A   Pengaturan Font

Analisis mengungkapkan setidaknya 16 jenis bakteri yang disebut "prediktor penting" gejala depresi dalam berbagai tingkat. Misalnya, penelitian yang dipublikasikan di Nature Communications, menemukan bahwa mereka yang mengalami depresi melaporkan penipisan spesies bakteri Eubacterium ventriosum.

Hasil yang sama juga terlihat pada studi mikrobioma mengenai cedera otak traumatis dan obesitas, yang juga terkait dengan depresi. Gangguan depresi berat memang telah dikaitkan dengan lebih dari 80 mutasi genetik yang berbeda. Namun, semua hubungan yang ditinjau berada pada tingkat yang lemah.

Karena tidak adanya teknologi yang mumpuni untuk meneliti sebab-akibat mikroba usus dan depresi, para peneliti telah beralih ke perhitungan statistik licik yang dikenal sebagai pengacakan Mendel, yang dapat mengetahui arah pengaruh ketika hubungan antara genetika dan penyakit begitu kuat.

Hasilnya, sebagaimana yang dilaporkan The Washington Post, menunjukkan adanya kelimpahan bakteri Eggerthella pada orang dengan depresi, sebagai kemungkinan penyebab gejala depresi. Amin sendiri menilai Jenis bakteri itu umum ditemukan dalam jumlah banyak di dalam hati orang-orang yang depresi. Temuan ini sekaligus memberikan bukti bahwa perubahan mikroba usus dapat memicu gejala depresi.

Sementara itu, Jack Gilbert yang memimpin Microbiome and Metagenomics Center di University of California di San Diego, menilai tidaklah penting untuk mengetahui apakah mikroba yang menyebabkan depresi atau sebaliknya. Gilbert menilai, korelasi keduanya bukanlah hubungan satu arah melainkan berjalan bersamaan.
Halaman Selanjutnya....


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Suliana

Komentar

Komentar
()

Top