Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Perang Dagang

Huawei Didakwa Berkonspirasi Langgar Sanksi AS terhadap Iran

Foto : SAUL LOEB/AFP

BACAKAN DAKWAAN - Plt Jaksa Agung AS, Matthew Whitaker (dua dari kiri) bersama Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kirstjen Nielsen, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, dan Direktur FBI Christopher Wray, membacakan dakwaan kasus pelanggaran Huawei di Washington DC, Senin (28/1).

A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technologies Co Ltd telah melakukan perbuatan kriminal karena berkonspirasi untuk melanggar sanksi AS terhadap Iran. Huawei juga disebut sengaja mengelabui bank untuk ikut serta dalam bisnis perusahaan. Pihak bank tak diberitahu mengenai keterlibatan Huawei dan anak usahanya di Iran.

Departemen Kehakiman AS, Senin (28/1), menerangkan Huawei beserta Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, berbisnis dengan Iran melalui anak usaha ketika sanksi AS terhadap Teheran sedang berlaku.

Pengumuman pemerintah AS tersebut disampaikan beberapa hari sebelum pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok berlangsung. Namun, Menteri Keuangan AS, Wilbur Ross, menegaskan perkara ini tidak terkait sama sekali dengan negosiasi dagang dengan Beijing.

Meng adalah putri pendiri Huawei. Dia ditahan di Kanada pada Desember 2018 dan tengah melawan upaya ekstradisi ke AS. Salah satu tuduhan yang dijatuhkan kepada Meng adalah penipuan bank. Dia juga disebut berperan penting dalam membuat skema bisnis dengan Iran.

Dalam kasus terpisah, Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa Huawei mencuri teknologi robotik dari T-Mobile US Inc. Terkait hal ini, perusahaan asal Negeri Panda itu mengklaim kedua perusahaan telah menyelesaikan sengketa tersebut pada 2017.

Plt Jaksa Agung AS, Matthew Whitaker, mengatakan dugaan pelanggaran Huawei telah berjalan selama 10 tahun dan melibatkan jajaran atas perusahaan itu. Tuduhan terhadap Meng dan Huawei juga disebabkan anak perusahaan Huawei, Skycom, berusaha menjual produknya ke Iran.

Sementara itu, pemerintah Tiongkok memberikan reaksi keras atas puluhan dakwaan yang dijeratkan otoritas AS kepada Huawei. Beijing menyebut dakwaan-dakwaan itu bermotif politik dan menyebutnya sebagai upaya untuk mematikan bisnis-bisnis Tiongkok.

"Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan negara untuk memfitnah dan melakukan tindak keras yang menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam upaya untuk mematikan operasi bisnis mereka yang berjalan wajar dan legal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang.

Disebutkan Geng bahwa otoritas Tiongkok melihat adanya motif politik yang kuat dan manipulasi di balik dakwaan-dakwaan AS terhadap Huawei itu. "Kami dengan tegas mendorong AS untuk menghentikan tindakan keras yang tak beralasan terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok, termasuk Huawei dan memperlakukan perusahaan-perusahaan Tiongkok secara objektif dan adil," tegasnya.

Ditambahkan Geng bahwa otoritas Tiongkok akan secara teguh melindungi hak-hak yang sah dan pantas dari perusahaan-perusahaan Tiongkok. AFP/CNN/SB/AR-2

Penulis : AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top