Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Hati-hati dengan Pinjaman Online

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Masyarakat harus hati-hati menggunakan dana dari peursahaan pinjol. Gunakan dana dari pinjol untuk hal-hal yang produktif dan yang sangat mendesak. Jangan utang dari per­usahaan pinjol jika digunakan untuk hal-hal konsumtif.

Seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun di Wonogiri ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya pekan lalu. Ia nekat gantung diri lantaran faktor ekonomi yang menjeratnya. Ia punya utang di 23 lembaga pinjaman online dengan total nilai 53 juta rupiah.

Menurut pihak keluarga, korban mungkin frustrasi karena tidak bisa membayar utang tersebut. Korban juga kerap mendapat teror dari pihak pinjaman online (pinjol) beberapa hari sebelum ia ditemukan meninggal.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, terjadi aksi pencurian dengan modus membobol minimarket. Pelakunya adalah kepala minimarket tersebut. Ia mengaku nekat mencuri di tempatnya bekerja lantara terlilit utang pinjaman online sebesar 30 juta rupiah.

Memang saat ini masyarakat dengan mudah bisa mendapat pinjaman uang. Tidak harus pinjam di bank, kini sudah bisa lewat fintech peer to peer atau lebih dikenal dengan pinjaman online yang dalam beberapa tahun belakangan ini booming. Apalagi di zaman pandemi Covid-19 saat ini, di saat banyak orang kehilangan pekerjaan atau menurunnya pendapatan, pinjaman online seakan dewa penolong yang mampu memecahkan masalah keuangan kita.

Pinjaman online sepintas memang menarik karena cara pengajuannya mudah. Hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pendaftaran bisa dilakukan secara online di aplikasi maupun situs web perusahaan pinjol. Tidak perlu lagi menyertakan slip gaji karena memang sasaran konsumennya adalah masyarakat yang selama ini unbankable seperti pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top