Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerbang Besar Ishtar, Pintu Menuju Keajaiban Kota Babilonia

📅 Selasa, 09 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Gerbang Besar Ishtar, Pintu Menuju Keajaiban Kota Babilonia Doc: afp/ Assaad AL-NIYAZI

Gerbang Besar Ishtar yang berdiri di pintu masuk Babilonia telah menimbulkan kekaguman sejak abad ke-6 SM. Bangunan ini masuk dalam tujuh keajaiban di dunia bersama Taman Gantung yang juga berasal dari tempat yang sama.

Ketika Antipater dari Sidon (Antipater of Sidon), seorang penyair Yunani abad ke-2 SM menyusun tujuh keajaiban dunia kuno, hanya satu kota yang memiliki dua situs di dalamnya yaitu Babilonia. Taman Gantung yang terkenal itu hanya sebagian dari sekian banyak keajaiban yang dapat ditemukan di kota kuno yang megah ini.

Terletak di antara Sungai Tigris dan Efrat di tempat yang sekarang disebut Irak, Babilonia sebagian besar dibangun kembali oleh rajanya, Nebukadnezar II, tepatnya pada abad ke-6 SM. Materialnya berupa batu bata mengkilap berwarna biru, merah, dan kuning.

Teks-teks kuno dari Herodotus hingga Perjanjian Lama menggambarkan kuil dan istananya yang sangat mewah. Pada puncaknya, dengan lebih dari 200.000 penduduk, kota ini merupakan kota metropolitan terbesar di dunia.

Simbol dari semua kemegahan pertama adalah pintu gerbang Gerbang Ishtar yang monumental. Bangunan ini dibangun pada 575 sebelum masehi (SM) dari batu bata enamel, dengan warna biru kobalt dan hijau laut. Permukaannya dihiasi dengan relief 575 naga dan banteng.

Ketika para arkeolog Jerman mulai menggali kota ini pada 1899, sejumlah besar kemegahan berusia ribuan tahun masih tersisa termasuk gerbangnya. Namun, pada abad berikutnya, sebagian besar kemegahan kota kuno itu menjadi paling terancam.

Bahkan sebelum penggalian dimulai, kepala arkeolog Robert Koldewey mengira dia tahu apa yang akan ditemukan. Di dekat kastil kota pada bulan Juni 1887, dia menemukan pecahan berwarna cerah dari batu bata berenamel yang diyakini membentuk tembok kota. Dua tahun kemudian, penggalian dimulai dan kota kuno itu mulai terlihat.

"Fragmen berwarna halus muncul dalam jumlah besar, segera diikuti dengan penemuan dua dinding paralel di bagian timur, trotoar jalan prosesi, dan dinding barat, yang memberi kami orientasi yang diperlukan untuk penggalian lebih lanjut," tulis Koldewey dalam catatan penemuannya pada 1914,The Excavations at Babylondikutip dariBBC.

Pada 1902, para arkeolognya menemukan Gerbang Ishtar, simbol paling kuat dari kemegahan Babilonia kuno. Gerbang itu tepat berada di tempat yang mereka perkirakan, menandai pintu masuk ke kota di awal Jalan Prosesi, jalan raya utama yang digunakan untuk parade selama perayaan tahun baru.

"Dengan temboknya yang masih berdiri setinggi 12 meter, ditutupi dengan relief batu bata, ini adalah reruntuhan Babilonia yang terbesar dan paling mencolok," tulis Koldewey.

Seandainya masih ada keraguan mengenai konstruksi gerbang itu, ada tulisan di batu kapur yang berisi suara Nebukadnezar: "Aku menempatkan lembu jantan liar dan naga ganas di pintu gerbang dan menghiasinya dengan kemegahan yang mewah sehingga orang-orang dapat memandangnya dengan takjub," kata dia.

Sekarang, berkat tim Koldewey, orang-orang dari zaman baru dapat memandang gerbang dengan kagum. "Gerbang khusus ini yang merupakan salah satu dari delapan gerbang menuju kota, dibangun pada salah satu fase terbarunya dan, bisa dikatakan, merupakan fase sejarah yang paling gemilang dan benar-benar menggetarkan semua orang," kata Peter Machinist, profesor di Fakultas Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Departemen Ilmu Pengetahuan Universitas Harvard.

"Bahkan di zaman kuno, ini sudah menjadi semacam metonimi untuk seluruh kemegahan rekonstruksi kota Babilonia, yang direkayasa oleh Nebukadnezar. Dan yang pasti, setelah didirikan, tempat ini menjadi daya tarik wisata utama," imbuh dia.

Setelah ditemukan, para arkeolog Jerman melakukan penggalian sebanyak yang mereka bisa. Tetapi ketika Perang Dunia Pertama terjadi pada 1914, penggalian tersebut ditutup. Empat tahun kemudian, konflik tersebut berakhir dan Kesultanan Utsmaniyah, sekutu Jerman dalam perang tersebut, yang menguasai wilayah di mana gerbang tersebut ditemukan, runtuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.