Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geopark Meratus Siap Dinilai UNESCO sebagai UGGp ke-11 di Indonesia

📅 Minggu, 02 Jun 2024, 08:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Geopark Meratus Siap Dinilai UNESCO sebagai UGGp ke-11 di Indonesia Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Tim Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) didampingi Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) mengunjungi situs Pemandangan Bukit Langara yang terbentuk melalui proses geologi berusia 180 juta tahun di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Jumat (31/5/2024).

BANJARBARU - Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) menyebutkan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah siap dinilai tim UNESCO pada Juli 2024 untuk kelayakan ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) yang ke-11 di Indonesia.

Tim Dewan Pakar KNGI beserta sejumlah lembaga kementerian dan Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) di Banjarbaru, Sabtu (1/6), mengevaluasi situs Geopark Meratus setelah melakukan kunjungan lapangan pra validasi UNESCO di enam kabupaten/kota pada 30 Mei-1 Juni 2024.

"Setelah mengunjungi beberapa situs dan berinteraksi dengan pengelola, secara umum pengelolaan situs Geopark Meratus sudah cukup tertata dengan baik," kata Ketua Dewan Pakar KNGI Profesor Mega Rosiana.

Meskipun kedatangan tim UNESCO berkisar satu bulan lagi, Prof Mega yakin pihak BPGM mampu mengatasi berbagai kendala terkait evaluasi dari KNGI dengan merangkul para pemangku kepentingan, utamanya masyarakat lokal.

"Meskipun sudah cukup bagus, namun ada beberapa hal yang harus dibenahi sebelum kedatangan tim penilai dari UNESCO. Misal sarana prasarana tidak boleh kumuh dan kotor, tata letak permukaan situs, akses jalan yang cukup jauh harus ada solusi untuk menghemat waktu perjalanan, kemudian persoalan sampah, ini semua harus diperhatikan," ujarnya.

Prof Mega juga mengatakan pengelola tiap situs boleh saja menggunakan bahasa daerah saat pemaparan tahapan penilaian lapangan dari tim UNESCO, karena nantinya pihak BPGM pun menyiapkan penerjemah bahasa internasional yang profesional.

"Pengelola harus tahu apa itu situs Geopark Meratus. Yang paling penting adalah masyarakat terlibat dan peduli, karena seindah apapun situs geopark tidak akan bisa menjadi geopark tanpa masyarakat," ucap Prof Mega. Dewan Pakar KNGI Safri Burhanuddin mengingatkan dengan keterbatasan waktu yang hanya berkisar satu bulan lagi, BPGM harus lebih fokus menyiapkan dan memanajemen situs mana saja yang perlu dikunjungi tim UNESCO. Karena harus arus cukup waktunya, sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh pengelola Geopark Meratus dapat dimengerti tim UNESCO.

Safri meminta BPGM dapat memilih situs-situs yang lebih efektif jarak dan waktu tempuh. Kemudian, karena situs geopark memiliki tiga komponen utama (geologi, flora dan fauna, budaya), setiap komponen harus mewakili pada setiap wilayah.

"Satu komponen situs jangan menumpuk dalam satu kawasan yang berdekatan, saya harap BPGM dapat menentukan lebih bijak situs mana saja yang akan dikunjungi tim UNESCO. Kami hanya memberikan saran apa yang dibutuhkan BPGM untuk pengelolaan situs," tuturnya.

Ketua Harian BPGM Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan evaluasi dari KNGI terhadap Geopark Meratus sebelum tahapan penilaian dari UNESCO.

Dia mengatakan hasil evaluasi dari KNGI akan menjadi bahan koreksi bagi BPGM dalam pengelolaan situs geopark, utamanya terkait kebersihan lingkungan akan lebih dimasifkan sosialisasi yang selama ini sudah berjalan.

Hanifah mengatakan BPGM beberapa kali menggelar pelatihan bagi pengelola dengan narasumber yang dihadirkan dari kementerian dan dinas terkait.

"Geopark ini adalah milik bersama sehingga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Mari kita perjuangkan Geopark Meratus menuju UGGp demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan," ujar Hanifah.

BPGM mengusulkan 54 situs geopark kepada UNESCO untuk ditetapkan sebagai UGGp. Jika disetujui, Geopark Meratus akan menjadi UGGp yang ke-11 di Indonesia setelah 10 geopark sebelumnya resmi ditetapkan sebagai UGGp di antaranya Geopark Batur, Geopark Gunung Sewu, Geopark Gunung Rinjani, Geopark Ciletuh, Geopark Belitung, Geopark Kaldera Danau Toba, Geopark Ijen, Geopark Maros Pangkep, Geopark Merangin Jambi, dan Geopark Raja Ampat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.