Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Gawat, Wagub DKI Sebut "Lockdown" Lokal di Cipayung Akibat Interaksi Lebaran

Foto : ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan karantina atau lockdown lokal akibat Covid-19 untuk satu RT di Cipayung adalah akibat interaksi warga saat silaturahmi atau halalbihalal pada Lebaran 2021.

"Soal yang di Cipayung itu dugaan sementara akibat warga yang melakukan kunjungan silaturahmiLebaran satu sama lain," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Lockdown lokal di RT 003/RW 003 di Cipayung tersebut dilakukan usai 80 warga setempat dinyatakan positif COVID-19.

Meski saat ini 80 warga Cipayung yang terpapar tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran untuk dikarantina, Riza meminta masyarakat di tempat tersebut untuk diisolasi dan lebih hati-hati.

Riza mengingatkan kembali bahwa lebih baik tidak melakukan kumpul-kumpul dan membuat kegiatan berkerumun seperti halalbihalal.

"Kami sampaikan mohon jangan abaikan arahan protokol kesehatan. Terbukti bagi warga yang melakukan kunjungan silaturahmi terjadi kontak dan akhirnya terjadi penularan. Oleh karena itu, kami tetap minta untuk lebih diperhatikan lagi protokol kesehatan," ucapnya.

Sebelumnya, Camat Cipayung Jakarta Timur Fajar Eko Satriyo menyebutkan80 warga terpapar tersebut merupakan bagian dari warga yang sejumlah 700 jiwa di lokasi tersebut.

Lockdown ini akan diterapkan selama 14 hari ke depan sejak Kamis, 20 Mei 2021.

Pihaknya juga dibantu TNI/Polri untuk mengawasi pergerakan warga agar patuhi protokol kesehatan COVID-19 selama masa penerapan karantina ini

Fajar menjelaskan bahwa semula ada seorang yang memang mengalami gejala COVID-19. Kemungkinan pada saat itu warga belum tahu kalau salah satu tetangganya ada yang bergejala.

Beberapa hari kemudian ada beberapa warga yang lainnya mempunyai gejala yang sama.

Selanjutnya, warga di kampung tersebut langsung di swab antigen yang dilanjutkan dengan tes PCR ketika hasilnya menunjukkan reaktif.

"Ternyata lebih dari lima rumah. Terus kami nyatakan sebagai zona merah," kata Fajar.




Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top