Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Gawat Semoga Tidak Menular Sampai Indonesia, Jenewa Karantina 2.000 Orang karena Dua Kasus Covid-19 Omicron

Foto : ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse

Arsip--Warga mendonorkan darah di atas panggung kelab malam MAD (Moulin a Danse) yang tutup selama wabah virus corona (COVID-19) di Lausanne, Swiss, Senin (7/12/2020).

A   A   A   Pengaturan Font

Zurich - Dua wilayah di Swiss, yaitu Jenewa dan Vaud, telah mengarantina 2.000 orang, yang sebagian besar adalah anak-anak, setelah dua kasus varian Omicron ditemukan di sebuah sekolah internasional.

Jenewa, kota pusat keberadaan para diplomat internasional dan tempat markas besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berada, sebelumnya memastikan bahwa kasus pertama berasal dari seseorang yang datang kembali dari Afrika Selatan.

Satu kasus lainnya diduga juga terkait dengan orang yang sama.

"Setelah dipastikan ada dua kasus varian Omicron pada orang-orang yang memasuki kampus Châtaigneraie di Sekolah Internasional Jenewa, badan layanan medis wilayah Vaud dan Jenewa bersama-sama memutuskan untuk mengarantina semua pelajar dan staf kampus selama sepuluh hari," kata badan kesehatan Jenewa melalui pernyataan pada Kamis (2/12) malam.

WHO pekan lalu menggolongkan Omicron sebagai varian COVID-19 yang harus diwaspadai.

Swiss telah mengindentifikasi beberapa kasus varian baru itu di lima wilayah.

Negara itu juga telah memberlakukan larangan perjalanan dari Afrika bagian selatan serta kewajiban karantina pada orang-orang yang tiba dari 23 negara, termasuk Jepang, Inggris, dan Kanada.

Pihak berwenang mengatakan 1.600 dari orang-orang yang dikarantina di Vaud dan Jenewa adalah anak-anak.

Selain siswa, para orang tua, adik dan kakak siswa juga akan perlu menjalani tes deteksiOmicron.

Badan kesehatan Swiss tidak mengatakan apakah pemberlakuan karantina yang baru itu ada kaitannya dengan kasus yang dipastikan muncul sebelumnya.

Namun, badan tersebut mengatakan kedua kasus terkonfirmasi itu "berkaitan erat dalam keluarga seseorang yang positif saat kembali dari Afrika Selatan."


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top