Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Gawat Semoga Indonesia Tidak Seperti Singapura, Gagal Berdamai dengan Covid-19

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kasus Corona di Singapura kembali mencetak rekor kasus hari-an Covid-19 , negara tersebut melaporkan jumlah kasus harian tertinggi dalam setahun terakhir, yakni menembus angka 328 kasus, pada Selasa (7/9/2021) kemarin.

Singapura melaporkan lebih dari 100 kasus domestik setiap hari selama dua minggu ini. Kasus baru meningkat dari 771 di pekan lalu menjadi 1.489 di pekan ini. Sementara untuk total menjadi 2.436 kasus aktif.

Seperti diketahui, Singapura merupakan salah satu negara terdepan yang ingin menerapkan hidup 'berdamai dengan Covid-19. Namun, hingga saat ini Singapura masih menghadapi lonjakan kasus Corona.

Dikutip dari Channel News Asia, Wakil Ketua Gugus Tugas Multi-kementerian Covid-19, Gan Kim Yong, mengatakan Singapura akan mencabut semua pembatasan sosial apabila negaranya telah memasuki fase endemi.

Endemi Covid-19 dapat tercapai jika sebagian besar masyarakat telah mendapatkan vaksinasi lengkap dan tingkat penularan sudah rendah. Sementara itu, cakupan vaksinasi di Singapura sudah tinggi, yakni di atas 80 persen.

Singapura mulai melonggarkan pembatasan pada 10 Agustus. pemerintah setempat mengizinkan berbagai aktivitas dilakukan seperti mengadakan pertemuan sebanyak 5 orang hingga makan di tempat.

Kebijakan pelonggaran ini disebut sebagai tahap persiapan memasuki tahapan Endemi. Sayangnya, tahapan ini hanya mampu berlangsung selama sebulan, karena kasus Covid-19 di Singapura kembali melonjak.

"Pada saat itu, kita dapat terus menjaga jumlah kasus parah, penyakit terkendali, dan kapasitas perawatan kita terkendali," kata Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung.

Ketua Gugus Tugas Multi-kementerian Covid-19, Lawrence Wong, menegaskan Singapura tidak akan memasuki fase pelonggaran selanjutnya untuk saat ini, karena menyusul lonjakan kasus lokal dan penularan virus Corona kembali tinggi.

"Kami tidak bermaksud membuat langkah pembukaan baru pada saat ini, karena ada jeda waktu antara timbulnya infeksi penyakit serius, jadi kami ingin meluangkan waktu untuk memantau situasinya," jelas Wong.

Kendati demikian, Wong mengatakan bahwa pembatasan ketat juga tidak perlu dilakukan kembali, karena Singapura sudah memiliki tingkat vaksinasi Covid-19 yang sudah tinggi.

"Faktanya, kami hanya akan kembali melakukan pengetatan sebagai upaya terakhir untuk mencegah sistem rumah sakit kami kewalahan," ucap Wong.

Wong mengatakan pihak berwenang akan melanjutkan pengujian agresif dan pelacakan kontak untuk memperlambat penularan dan menghindari lonjakan.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Aris N

Komentar

Komentar
()

Top