Kamis, 27 Feb 2025, 14:50 WIB

Fitur AI iPhone Salah Transkrip 'Rasis' Jadi 'Trump', Apple Dikritik Keras

Apple dengan cepat merespons dan mengklaim ini kesalahan fonetik dalam model pengenalan suara iPhone, bukan sabotase politik.

Foto: Metro

JAKARTA - Apple menghadapi kritik tajam setelah pengguna iPhone menemukan keanehan dalam fitur dikte suara ke teks mereka.

Dalam 24 jam terakhir, video yang beredar di media sosial menunjukkan, ketika pengguna mengucapkan kata "rasis", iPhone sempat mentranskripsikannya dengan kata "Trump" sebelum akhirnya dikoreksi secara otomatis.

Seperti yang diduga, kejadian ini memicu kemarahan pendukung Donald Trump, termasuk ahli teori konspirasi, Alex Jones. Dia menduga Apple sengaja memasukkan bias politik dalam sistemnya.

Apple dengan cepat merespons dan mengklaim bahwa ini hanyalah kesalahan fonetik dalam model pengenalan suara iPhone, bukan sabotase politik.

"Kami menyadari adanya masalah dengan model pengenalan suara yang mendukung Dikte dan kami meluncurkan perbaikan hari ini," kata Juru Bicara Apple.

Namun, beberapa ahli teknologi suara meragukan klaim Apple. Profesor Peter Bell mengatakan kepada BBC bahwa penjelasan tersebut tidak masuk akal.

Sementara mantan karyawan Apple yang pernah bekerja dengan Siri mengatakan kepada The New York Times bahwa ini tampak lebih seperti lelucon internal yang salah kaprah.

Ini bukan kali pertama teknologi AI Apple berperilaku aneh. Baru-baru ini, Apple juga harus menarik fitur ringkasan berita AI dari iPhone setelah sistem tersebut memberikan judul berita yang sepenuhnya keliru kepada pengguna.

Meskipun Apple telah meluncurkan perbaikan, insiden ini kembali memicu perdebatan tentang keandalan dan potensi bias AI dalam perangkat konsumen.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

Tag Terkait:

Bagikan: