Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Era Baru Wimbledon, Nonunggulan Juara

📅 Minggu, 16 Jul 2023, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Era Baru Wimbledon, Nonunggulan Juara Doc: istimewa
Ket. marketa

WIMBLEDON - Ada sejarah baru dalam pertandingan grand slam Wimbledon di mana Marketa Vondrousova menjadi petenis nonunggulan pertama yang menjuarai Wimbledon. Petenis Ceko itu meraih kemenangan mengejutkan 6-4, 6-4 atas petenis Tunisia Ons Jabeur, di final, Sabtu.

Sebagai petenis putri pertama yang tidak diunggulkan di final Wimbledon dalam 60 tahun tahun terakhir, Vondrousova bermain sangat dominan melawan peringkat keenam Jabeur. Petenis berusia 24 tahun itu memanfaatkan peluang di Centre Court untuk memenangi gelar Grand Slam perdananya pada final kedua turnamen major-nya setelah kalah dari Ash Barty di final French Open 2019.

Vondrousova bergabung dengan Jana Novotna dan Petra Kvitova sebagai petenis putri Ceko yang memenangi gelar Wimbledon. Kemenangan Vondrousova menyelesaikan comebackyang luar biasa setelah serangkaian cedera yang menghentikan kariernya yang menjanjikan.

"Setelah semua, saya harus mengenakan gips tahun lalu. Sekarang tidak percaya memegang trofi ini," kata Vondrousova yang absen karena cedera pergelangan tangan pada Wimbledon 2022, seperti disiarkan AFP, Sabtu. Dalam 12 bulan lalu, dia duduk sebagai penonton cedera di Wimbledon.

Dia hanya bisa menyaksikan sahabatnya Miriam Kolodziejova berusaha lolos ke undian utama. Operasi pergelangan tangan kedua Vondrousova membuat peraih medali perak Olimpiade itu absen selama enam bulan, meskipun ketidakhadirannya dari tur setidaknya memberinya ruang dan waktu untuk menikah.

Dia adalah petenis peringkat terendah kedua yang mencapai final Wimbledon -- hanya Serena Williams pada 2018 yang lebih rendah di peringkat ke-181. Jabeur menjadi petenis putri Arab pertama yang mencapai final Grand Slam tahun lalu di Wimbledon, tetapi kalah dari Elena Rybakina dalam tiga set.

Dia mengalami hal serupa hanya beberapa pekan kemudian ketika dia kalah dari Iga Swiatek di final US Open. "Ini akan menjadi hari yang berat tapi aku tidak akan menyerah," ujar Jabeur sambil menyeka air matanya.

"Ini kehilangan yang paling menyakitkan dalam karier saya. Tapi kita akan berhasil suatu hari nanti, saya berjanji kepada Anda bahwa saya tidak akan menyerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.