Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Program Legislasi

DPR Prioritaskan 4 RUU Segera Rampung

Foto : ISTIMEWA

Ketua DPR, Bambang Soesatyo.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memasuki Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018-2019. Dalam masa sidang ini, terdapat 32 Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masih dalam tahap Pembicaraan Tingkat I oleh DPR dan Pemerintah. Dari 32 RUU tersebut, terdapat 4 RUU yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

"Pembahasannya sudah melebihi 10 kali masa persidangan dan diharapkan dapat segera diselesaikan pada masa persidangan ini, khususnya RUU tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," kata Ketua DPR, Bambang Soesatyo, saat pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11).

Selain itu, Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo menyebut ada 3 RUU lain yang akan menjadi prioritas pembahasan, yakni RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol, RUU tentang Wawasan Nusantara, dan RUU tentang Kewirausahaan Nasional.

Pimpinan DPR telah mengundang pemerintah dan Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan terkait dalam Rapat Konsultasi, guna membahas penyelesaian ketiga RUU tersebut. Bamsoet meminta komitmen kepada pihak-pihak terkait agar pembahasan RUU yang belum selesai dapat segera disahkan menjadi UU.

Selanjutnya, dalam masa persidangan II, parlemen berkomitmen untuk menyelesaikan tanggung jawabnya dalam sisa waktu masa jabatannya. "Tidak ada alasan karena sibuk berkampanye, lalu kewajiban kita abaikan, kinerja merosot dan produk legislasi menurun drastis. Itu semua tentu sangat tidak kita harapkan," tegas Bamsoet.

Politisi Partai Golkar tersebut menyerukan kepada anggota parlemen agar dapat bekerja dengan disiplin, khususnya dalam menyelesaikan tunggakan RUU yang sudah direncanakan, membuat anggaran yang berpihak kepada rakyat, dan mengawasi pemerintah dengan tanggung jawab.

"Jika kita dapat menjalankan tugas dan amanah ini dengan baik, insya Allah rakyat akan memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kita kembali, karena kita semua sudah teruji dan terbukti untuk mengabdi," ujarnya.

Kemudian, dalam pidatonya, Bamsoet mengajak kepada seluruh elemen bangsa terutama elit politik untuk membangun suasana politik yang teduh, damai, dan bermartabat. Ia mengatakan bahwa kontestasi Pilpres dan Pileg hanyalah sementara dan mengharapkan untuk tidak meretakkan bangunan kebangsaan.

"Mari kita jauhkan narasi dan ujaran yang membuat kita saling menyerang, saling mencemooh, dan saling menyakiti satu dengan yang lain. Sebaliknya, mari kita bangun budaya kompetisi yang sehat, saling menguatkan dan saling membesarkan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," seru Bamsoet. tri/AR-3

Komentar

Komentar
()

Top