Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Djokovic Mengejar Golden Slam

Foto : Tiziana FABI / AFP

Sesi Latihan I Petenis Serbia, Novak Djokovic menghadiri sesi latihan di Ariake Tennis Park jelang Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Kamis, (22/7).

A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO - Dengan tiga Grand Slam yang sudah diraihnya tahun ini, petenis nomor satu dunia Novak Djokovic memulai langkah lain menuju sejarah di Tokyo. Sementata Naomi Osaka akan mendapat dukungan dengan statusnya sebagai petenis tuan rumah dan sebagai salah satu bintang Olimpiade.

Sementara Djokovic mengejar medali emas Olimpiade, persaingan di Tokyo tidak akan terlalu sengit karena sejumlah petenis top menarik diri, termasuk Rafael Nadal dan Roger Federer.

Lima dari 10 pemain teratas putra akan absen, dengan juara Olimpiade 2008 Nadal yang paling menonjol. Dominic Thiem telah memilih untuk mundur bersama dengan finalis Wimbledon Matteo Berrettini dan Denis Shapovalov dari Kanada. Roger Federer yang mengalami kemunduran dalam pemulihannya dari cedera lutut, menarik diri awal bulan ini.

Andy Murray akan mempertahankan gelarnya saat dia mengincar emas ketiga berturut-turut. Namun, mantan petenis nomor satu dunia itu berada di peringkat 104 dunia setelah pertempuran panjang melawan cedera.

Serena Williams absen dari undian putri. Petenis Amerika itu "patah hati" karena terpeleset memaksanya untuk mundur di putaran pertama Wimbledon dan menghancurkan upaya terakhirnya untuk memenangkan Grand Slam ke-24.

Djokovic dengan rekor 34-3 musim ini, tidak diragukan lagi difavoritkan untuk merebut gelar di bagian putra. Dia memulai upaya merebut Golden Slam dengan pertandingan melawan peringkat 139 dunia Hugo Dellien dari Bolivia. Jika berhasil di Olimpiade, dia akan membutuhkan gelar AS Terbuka untuk menjadi orang pertama yang merebut Golden Grand Slam.

Djokovic tersingkir pada 2016 dengan berlinang air mata setelah kalah pada putaran pertama dari Juan Martin del Potro. Namun, kali ini dia berambisi meniru pencapaian Steffi Graf pada 1988 ketika menyapu bersih empat gelar Grand Slam dan meraih emas di tunggal putri di Seoul.

"Saya sangat menghormati dan mengagumi Steffi dan semua yang telah dia capai dalam kariernya dan tanda yang dia tinggalkan dalam olahraga kami," ujar Djokovic. ben/AFP




Redaktur : Sriyono
Penulis : Benny Mudesta Putra

Komentar

Komentar
()

Top