Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diversifikasi Konsumsi Pangan Tekan 'Stunting'

📅 Selasa, 30 Mei 2023, 09:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Diversifikasi Konsumsi Pangan Tekan 'Stunting' Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah mendorong agar diversifikasi konsumsi pangan didorong sejak usia dini. Sebab, saat ini pola konsumsi pangan masyarakat masih didominasi karbohidrat sehingga memicu tingginya kasus stunting.

Pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan ini agar ledakan penduduk usia produktif RI atau bonus demografi ke depannya bisa menghasilkan generasi muda yang sehat, tangguh serta berdaya saing.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA), Rinna Syawal, mengatakan gerakan penganekaragaman konsumsi pangan berkolerasi erat dengan upaya menurunkan rentan rawan pangan dan gizi serta penurunan stunting. Untuk itu, Bapanas saat ini makin gencar melakukan kampanye dan edukasi pentingnya konsumsi pangan beragam khususnya kepada pelajar dan generasi muda.

"Apresiasi atas kontribusi Kota Bandung turut menggencarkan kampanye pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman), khususnya kepada para generasi muda. Kita lihat pada gelaran Mabar B2SA hari ini mayoritas dihadiri siswa-siswi SMP dan SMA, artinya ini sangat baik bagi keberlanjutan gerakan penganekaragaman pangan di Indonesia," ujarnya melalui keterangannya di acara Mabar B2SA, di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (29/5).

Adapun gerakan penganekaragaman konsumsi pangan B2SA makin masif dikampanyekan di berbagai kota. Kali ini gerakan yang diusung Bapanas tersebut menyasar generasi muda Kota Bandung melalui "Mabar B2SA" atau Makan Benar B2SA.

Rinna menjelaskan edukasi penganekaragaman konsumsi pangan kepada usia dini terutama para pelajar memang menjadi prioritas. Pasalnya, kelompok tersebut pada 20 tahun mendatang atau sekitar pada 2045 adalah generasi emasnya Indonesia.

Lebih lanjut, Rinna menegaskan gerakan penganekaragaman pangan B2SA memiliki urgensi tinggi dalam membentuk dan meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat. Dijelaskannya, kualitas konsumsi masyarakat tecermin dan dapat diukur dari skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Saat ini, skor PPH Indonesia berada di angka 92,9 sementara target skor PPH nasional pada 2024 sebesar 95,2. Sedangkan skor PPH ideal adalah 100. Dengan capaian skor PPH Indonesia saat ini menunjukkan pola konsumsi masyarakat secara umum masih didominasi karbohidrat meskipun telah mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

"Melalui skor PPH kita bisa ukur, apakah konsumsi karbohidrat kita sudah cukup atau berlebih. Apakah kemudian konsumsi protein kita terutama protein hewani kita kurang atau berlebih. Apakah konsumsi sayur dan buah kita kurang atau berlebih," tuturnya.

Gencarkan Sosialisasi

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, berpesan agar kampanye, sosialisasi, dan edukasi penganekaragaman pangan B2SA terus digencarkan melalui berbagai kegiatan yang sifatnya kolaboratif. Dia juga mengimbau partisipasi publik baik media massa, akademisi, kementerian/ lembaga, serta pelaku usaha, dan masyarakat luas turut membantu menyebarluaskan konsep konsumsi pangan beraga ini.

"Upaya mengubah pola konsumsi pangan yang lebih beragam serta membudayakan pola konsumsi pangan B2SA dengan memberikan edukasi sejak dini sangat tepat dilakukan dengan menggandeng stakeholder lintas sektor karena kampanye ini bersifat inklusif dan masif. Ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam penganekaragaman pangan, guna menghindarkan Indonesia dari ancaman krisi dan rawan pangan," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

38 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.