Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Dibesarkan di Paskhas TNI AU, Ini Jejak Karir Jenderal Intel Asal Makassar

Foto : Istimewa

Marsma Maroef Sjamsoeddin.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Ia dibesarkan di Korps Paskhas, kesatuan pasukan elit di TNI Angkatan Udara. Tapi, setelah itu karirnya malang melintang di dunia intelijen. Pernah jadi Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN). Dan, setelah pensiun sempat jadi bos PT Freeport Indonesia.

Siapa dia? Dia adalah Maroef Sjamsoeddin. Mantan perwira kelahiran Kota Makassar ini tidak lain adalah adik kandung dari Sjafrie Sjamsoeddin, pensiunan jenderal bintang tiga Baret Merah (Kopassus) yang juga kawan dekat Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) saat ini. Sang kakak, juga pernah menjadi Pangdam Jaya dan Wakil Menteri Pertahanan.

Sorot matanya yang tajam, makin menunjukkan wajah khas seorang perwira intelijen. Ya, Maroef Sjamsoeddin, memang semasa aktif sebagai tentara, pernah malang melintang di Badan Intelijen Negara, lembaga telik sandi, mata dan telinganya Presiden.

Maroef sendiri merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1980. Pensiun dengan pangkat terakhir Marsekal Muda atau perwira tinggi bintang dua angkatan udara.

Pemegang gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies ini, saat masih aktif sebagai tentara, memang dibesarkan di Korps Paskhas, satuan pasukan elit TNI AU. Di Korps Paskhas, ia pernah menjadi Komandan Skadron 465 Paskhas. Ketika itu pangkatnya sudah Letkol.

Jabatan Komandan Skadron 465 Paskhas dipegangnya dari tahun 1996 sampai tahun 2000. Sebelumnya, dari tahun 1992 sampai 1995, ia ditugaskan sebagai Asisten Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk wilayah Amerika Selatan, yang berkedudukan di Brasil.

Tahun 1989, bersama 14 perwira, ia sempat ditugaskan ke Irak, di masa perang Irak-Iran. Selesai bertugas sebagai Komandan Skadron 465 Paskhas, Maroef kembali berangkat ke luar negeri. Kali ini, ia ditugaskan menjadi Atase Pertahanan di Brasil. Kala itu, Maroef sudah menyandang pangkat menjadi Kolonel.

Pulang dari penugasan di Brasil, Maroef kembali ke Tanah Air. Di Tanah Air, ia ditarik ke Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai perwira menengah di BIN. Dan, karirnya perlahan naik. Pada 30 Januari 2007, ia mendapat promosi sebagai Direktur Kontra Separatisme Deputi III BIN. Pangkatnya pun naik menjadi Marsekal Pertama atau jenderal bintang satu angkatan udara.

Kemudian, pada 1 Maret 2010, Maroef dimutasi dari Direktur Kontra Separatisme Deputi III BIN menjadi Sahli Bid Hankam BIN. Pangkatnya pun juga naik jadi Marsekal Muda (Marsda).

Setelah, pada 23 Desember 2011, ia kembali dapat promosi untuk mengisi posisi Wakil Kepala BIN. Ia menggantikan Dr As'ad Said Ali, Wakil Kepal BIN sebelumnya. Ketika itu yang menjadi Kepala BIN adalah Letjen Marciano Norman.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top