Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Dalam Gelap Malam, Rudal Rudal Arhanud TNI AD Tanpa Henti Membombardir Sasaran Musuh

Foto : Istimewa

Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi TA 2021 yang digelar satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD.

A   A   A   Pengaturan Font

LUMAJANG - Pada hari Jumat malam pekan kemarin, wilayah Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mendadak tegang. Bunyi menggelegar terdengar bersahutan. Diiringi lesatan-lesatan rudal yang diluncurkan untuk menghantam sasaran.

Ya, hari itu, satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD sedang menggelar Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi Tahun 2021.

Latihan yang diikuti oleh kurang lebih 425 Prajurit dari seluruh satuan jajaran Arhanud TNI AD ini dimulai dari tanggal 31 Mei sampai dengan 6 Juni 2021. Latihan digelar di Lapangan Tembak AWR (Air Weapon Range) TNI AU yang ada di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut keterangan Dispen TNI AD, latihan yang dipimpin langsung Komandan Pusat Kesenjataan Arhanud Kodiklatad Mayjen TNI Nisan Setiadi, ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit Arhanud dalam mengawaki Alutsista Arhanud. Serta melatihkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman udara saat ini.

"Latihan disimulasikan dalam suatu skenario pertempuran baik pada siang maupun malam hari untuk memberikan gambaran kepada prajurit sesuai dengan tugas pokok Arhanud sebagai pengawal udara NKRI," kata Dispen TNI AD dalam keterangannya yang diterima Koran Jakarta, Senin (7/6).

Sementara itu, Komandan Kodiklatad TNI AD Letjen TNI AM Putranto, memberikan apresiasi dan rasa kebanggannya terhadap pelaksanaan latihan kali ini. Kata dia, latihan menembak senjata berat terintegrasi kali ini hasilnya sudah jauh lebih meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Sekarang kelebihannya adalah diintegrasikan dengan Kohanudnas TNI AU. Pertahanan udara adalah hal yang paling penting di Indonesia. Kita sudah punya radar dengan kemampuan jangkauan 250 km yang merupakan inisasi atau pengadaan yang digagas dari Bapak Kasad sekarang," ujarnya.

Letjen Putranto menambahkan, secara bertahap kemampuan radar akan terus ditingkatkan kemampuan dan daya jangkauannya. Hal ini penting untuk mendukung tugas pokok TNI AD. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Latihan Pussenarhanud Kolonel Arh Blasius Popylus selaku Komandan Latihan menjelaskan dalam latihan ini TNI AD mengerahkan rudal-rudal canggih dan berbagai jenis meriam yang dimiliki satuan Arhanud TNI AD di seluruh Indonesia saat ini.

"Rudal-rudal itu di antaranya Rudal Mistral (Atlas dan MPCV), Starstreak jenis Lightweight Multiple Launcher (LML) dan Multi Mission System (MMS). Selain itu juga beberapa meriam Arhanud seperti kaliber 20 mm Rheinmetal, 23 mm/Zur, 40 mm/L70 dan 57 mm,"Kolonel Blasius menerangkan.

Ditambahkannya, untuk memberikan gambaran realisme latihan secara utuh tentang fungsi Arhanud maka dilaksanakan integrasi dengan TNI AU. Khususnya Komando Pertahanan Udara Nasional berupa penggelaran CMOV atau Central Monitoring and Observation Vehicle. Serta pengerahan 2 pesawat tempur jenis Super Tocano. Keberadaan serta manuver dua pesawat tersebut mampu ditangkap oleh Radar CM 200 (Shikra) dan Radar MCP.

"Pesawat udara musuh disimulasikan dengan menggunakan sasaran target drone berupa banshee maupun aeromodelling elektrik. Kemunculan ancaman udara tersebut akan ditindaklanjuti dengan prosedur pengendalian operasi Arhanud yaitu pencarian, pengenalan, penjejakan, penghancuran," tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, Satuan Tembak Arhanud yang menerima perintah melakukan penembakan menggunakan meriam maupun rudal untuk menghancurkan sasaran. Selain itu, berbagai inovasi dikembangkan dalam latihan ini.

"Inovasi ini berupa aplikasi sistem Mata Komando yang dapat memonitor secara live streaming pelaksanaan kegiatan satuan mulai dari pergeseran pasukan dari home base satuan sampai daerah latihan Pandanwangi serta mekanisme jalannya latihan itu sendiri.

Disamping itu pula Pratu Teguh Septiawan berhasil menciptakan alat ATLAS Monitoring Firing Unit yang dapat diaplikasikan untuk Rudal Mistral," kata Kolonel Kolonel Arh Blasius.



(ags/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top