Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Pembangunan Ekonomi

Daerah Perlu Optimalkan Sektor Produktif

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Konsumsi masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah. Kondisi tersebut mengindikasikan pembangunan ekonomi di beberapa daerah belum berkualitas karena masih rentan dalam jangka panjang sehingga perlu upaya keras untuk menciptakan sumber penggerak lain pertumbuhan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), perekonomian tumbuh tumbuh melambat pada triwulan I-2019. Data terbaru menunjukkan ekonomi DIY sepanjang Januari- Maret 2019 tumbuh 6,80 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan I-2019 sebesar 7,51 persen. "Saat ini driver utama yang stabil bagi pertumbuhan DIY masih didominasi konsumsi rumah tangga.

Untuk ke depan dalam jangka menengah kita harus menjaga agar pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap tinggi. Namun karena sifatnya yang sangat rentan maka dalam jangka panjang kita harus mendorong sektor lain yaitu sektor non konsumsi menjadi driver ekonomi DIY," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan di Yogyakarta, Kamis (8/8).

Hilman menyampaikan, industri jasa perlu lebih didukung di DIY, antara lain pariwisata dan industri kreatif. Model pengembangan community based tourism perlu didorong yang juga hal ini akan mendorong inklusivitas. Industri kreatif perlu didorong pengembangannya dengan berbagai upaya, baik melalu regulasi maupun menciptakan ekosistemnya, antara lain melakukan zonasi wilayah kreativitas (creativity based).

Sekda DIY, Gatot Saptadi mengungkapkan pertumbuhan ekonomi DIY yang tinggi sayangnya belum bisa mengerek angka kemiskinan karena masih terfokus di konstruksi. "Sehingga semua sektor atau segmen selain konstruksi di DIY harus bergerak terutama aktivitas lainnya yang bisa mengisi paska konstruksi," jelasnya.

Jabar Terakselerasi

Berbeda dengan DIY, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) terakselerasi pada triwulan II-2019. Konsumsi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produk domestik regional bruto (PDRB) Jabar sepanjang April-Juni 2019 mencapai 537,66 triliun rupiah, tumbuh 5,68 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy).

Angka pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan capaian pada triwulan I-2019 sebesar 5,43 persen dan triwulan II-2018 sebesar 5,61 persen. "Ekonomi Jabar pada triwulan II-2019 terhadap triwulan sebelumnya naik sebesar 3,86 persen (qtq), masih mengandalkan konsumsi rumah tangga," ujar Kepala BPS Jawa Barat, Dody Herlando di Bandung, Rabu (7/8).

Pada kesempatan terpisah, Kepala Perwakilan BI Jabar, Dony P Joewono menambahkan permintaan domestik seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah diperkirakan meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan rumah tangga dan anggaran belanja daerah.

tgh/YK/E-10


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Eko S

Komentar

Komentar
()

Top