Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

City Waspadai Kebangkitan MU di Final Piala FA

📅 Jumat, 02 Jun 2023, 06:37 WIB | Oleh:
City Waspadai Kebangkitan MU di Final Piala FA Doc: Glyn KIRK / AFP
Ket. City Mengejar “Treble Winner” I Gelandang Manchester City, Riyad Mahrez merayakan gol kedua tim saat pertandingan semifinal Piala FA Inggris antara Manchester City melawan Sheffield United di Stadion Wembley, London, beberapa waktu lalu. City yang mengejar treble winner berada di bawah ancaman dari kebangkitan MU saat kedua tim bertemu di final Piala FA, Sabtu (3/6).

LONDON - Dua belas tahun lalu, Manchester City memulai perubahan besar dalam sepak bola Inggris dengan mengakhiri dominasi Manchester United dengan menjadi juara Piala FA. Kini, City yang mengejar treble winner, akan berada di bawah ancaman dari kebangkitan MU saat kedua tim bertemu di final Piala FA, Sabtu (3/6).

Menyelesaikan Liga Inggris dengan merebut juara untuk musim ketiga berturut-turut, City berjarak dua kemenangan lagi untuk menjadi klub Inggris kedua - setelah MU tahun 1999 - untuk memenangkan gelar Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA dalam musim yang sama.

Kesuksesan City saat ini dan status MU sebagai penantang tidak terbayangkan ketika mereka terakhir kali bertemu dalam laga semifinal Piala FA di Wembley tahun 2011. Hanya beberapa pekan setelah pertandingan di Wembley saat itu, MU meraih gelar Liga Inggris untuk keempat kalinya dalam lima tahun, sekaligus mencapai final Liga Champions.

Berbeda sekali dengan era keemasan MU di bawah pelatih Alex Ferguson, City menuju ke Wembley dengan paceklik trofi. MU sangat superior atas tetangga mereka. Para pendukung dengan nakal memajang spanduk yang menunjukkan sudah berapa tahun sejak City terakhir kali memenangkan trofi. Angka di spanduk adalah 35 tahun 2011.

Namun itu menjadi awal kebangkitan City. Derby Manchester pertama yang dimainkan di Wembley adalah waktu yang tepat untuk momen yang menentukan dalam sepak bola Inggris. City berangsur-angsur membaik di bawah pelatih Roberto Mancini.

City kemudian memenangkan final Piala FA melawan Stoke dan memulai dominasi mereka di sepak bola Inggris. Tim City asuhan Mancini mengalahkan MU 6-1 di Old Trafford pada musim berikutnya. City juga memenangkan gelar Liga Inggris dengan mengalahkan tim sekota mereka berkat gol telat yang tak terlupakan dari Sergio Aguero melawan QPR di laga terakhir musim itu.

Sejak mengalahkan MU di semifinal 2011, City telah memenangkan 15 trofi utama, termasuk tujuh gelar Liga Inggris. Pep Guardiola membawa City ke level baru dengan lima gelar dalam enam musim terakhir. MU hanya memenangkan enam trofi utama dalam periode yang sama. Gelar terakhir MU diraih dalam musim terakhir Ferguson tahun 2013.

Namun, kebangkitan bisa terjadi setelah pelatih Erik ten Hag membawa MU mengakhiri paceklik trofi yang telah berlangsung enam tahun. Memenangkan Piala Liga dan finis ketiga di klasemen Liga Inggris adalah tanda-tanda yang menggembirakan. Tapi, mengalahkan City di final pertama derby Manchester akan menjadi pencapaian yang lebih signifikan.

"Jelas kami bermain melawan mungkin tim terbaik saat ini, tapi masih ada peluang. Kami harus mengerahkan segalanya," ujar Ten Hag. Dengan MU tampaknya akan dibeli oleh pemilik baru yang kaya raya, para pendukung mulai berharap meniru kebangkitan City yang dimulai dengan kemenangan tak terduga di Wembley lebih dari satu dekade lalu.

Transformasi City

Sejak City diambil alih oleh investor asal Abu Dhabi Sheikh Mansour tahun 2008, pengeluaran besar mereka untuk merekrut pemain baru telah menjadi perbincangan di Liga Inggris. Ferguson mengabaikan pembicaraan tentang City yang mengancam MU ketika menjuluki rival sebagai "tetangga yang berisik" tahun 2009.

Tapi City berangsur-angsur membaik di bawah Mancini dan semifinal Piala FA berfungsi titik balik. Setelah MU melewatkan beberapa peluang, Yaya Toure, salah satu rekrutan termahal City. Dia mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan sengit tujuh menit setelah jeda. Keterpurukan yang melanda City begitu lama dihilangkan dengan satu laga penting.

Joleon Lescott adalah bagian dari lini pertahanan City yang membuat MU tak mampu mencetak gol saat itu. Bek tengah tersebut mengenang pertandingan itu sebagai pengubah arah bagi kedua klub. "Semifinal Piala FA tersebut adalah perubahan nyata dalam kepercayaan sebagai klub. Tapi juga bagi kami sebagai pemain dan pendukung, serta juga untuk MU," ujar Lescott. "Mereka menyadari kami adalah ancaman. Itu titik balik nyata, benar-benar mendorong kami," sambungnya.ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.