Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Cara Jitu Mengatur Keuangan Di Tengah Pandemi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ditengah pandemi seperti ini kita harus mengelola keuangan dengan tepat guna agar tidak terbuang sia-sia. Pelaksanaan pembelian kebutuhan dilihat dari seberapa penting dan diperlukan barang atau hal tersebut. Semua dipikirkan dengan matang dan terstruktur sehingga bisa melewati masa ketidakpastian ini.

Masa pandemi Covid-19 merupakan waktu yang sulit bagi banyak orang. Entah itu dari faktor mental, apalagi finansial. Ribuan orang menjadi korban PHK karena ketidak sanggupan beberapa perusahaan untuk membuat banyak pengeluaran, akibat daya beli masyarakat yang lemah.

Sudah banyak terlihat perusahaan yang tidak stabil bahkan berjalan dalam tidak untung. Pemberhentian karyawan sampai merumahkan menjadi kunci agar tetap bertahan ditengah pandemi. Keuangan menjadi hal yang sangat krusial karena penting bagi kehidupan dan keluarga.

Lantas bagaimana sih agar bisa melewati pandemi ini dengan kondisi finansial yang stabil?

Cek dan ketahui kondisi finansial

Buat hal yang satu ini, tidak ada kata terlambat. Untuk mengetahui kondisi finansial, buat rincian pemasukan dan pengeluaranmu secara harian, lalu direkap bulanan. Dalam hal ini, kamu harus konsisten dalam mencatat setiap pemasukan, tabungan, pengeluaran, dan utang yang dimiliki.

Susun budget dan atur prioritas keuangan

Setelah mengetahui kondisi finansialmu, tidak akan sulit untuk menyusun perencanaan budget keuangan. Selama pandemi COVID-19, penyusunan budget keuanganmu dapat dilakukan dengan penyesuaian terhadap besaran penghasilanmu selama pandemi. Setelah itu, kamu dapat menyusun pos prioritas keuangan untuk kebutuhan hidup seperti kebutuhan makanan sehari-hari, membayar utang, serta membayar tagihan bulanan (listrik, air, atau biaya sewa tempat tinggal). Usahakan tidak mengeluarkan isi dompetmu untuk pengeluaran yang kurang penting, apalagi tidak masuk dalam pos prioritasmu ya...

Dana darurat

Hal yang satu ini menjadi pembahasan hangat akhir-akhir ini. Seperti namanya, dana darurat merupakan simpanan yang dapat digunakan pada kondisi darurat atau mendesak. Dana darurat bisa menjadi penolong di kala sakit, mengalami kecelakaan, terkena PHK, serta mencegah kita dari utang. Idealnya dana darurat yang dimiliki bila kamu single adalah 3 - 6 kali lipat dari pengeluaran bulananmu. Sedangkan, bagi yang sudah berumah tangga, idealnya kamu memiliki dana darurat sebesar 12 kali lipat dari pengeluaran bulananmu. Untuk mengumpulkannya kamu dapat menyisihkan gaji, dan mencari pekerjaan tambahan atau freelance. Jangka waktu pengumpulan dana ini sifatnya fleksibel pada setiap orang, artinya tidak ada angka pasti dan bergantung pada komitmen awal masing-masing individu. Bagi Kawan PRIMA yang kini terpaksa kehilangan penghasilan, bisa memanfaatkan dana darurat untuk mencukupi kebutuhan biaya hidup sembari mencari sumber penghasilan baru.

Pangkas pengeluaran non-prioritas

Kebijakan physical distancing memaksa banyak kalangan untuk bertahan di rumah saja, bekerja hingga menjadi guru bagi anak-anak yang harus bersekolah dari rumah. Kondisi ini memang tidak ideal. Namun, demi menekan penyebaran virus COVID-19, Anda tidak memiliki pilihan lain yang lebih baik. Karena lebih sering di rumah saja, sebenarnya ada banyak pos anggaran yang hilang. Sebut saja pos pengeluaran transportasi mulai dari bensin, biaya tol, juga uang parkir. Pos pengeluaran lain juga bisa dihilangkan seperti pos jalan-jalan atau dining out di pusat belanja atau restoran kala akhir pekan tiba.

Pos-pos tersebut bisa Anda kurangi bahkan hilangkan sama sekali karena memang tidak ada kebutuhan. Alihkan anggaran tersebut ke pos lain yang lebih prioritas seperti pos internet untuk mendukung work from home agar lebih lancar, atau untuk belanja kebutuhan healthcare keluarga, dan lain sebagainya.

Dengan ketiga hal tersebut bisa dianalisa finansial anda dengan tepat guna. Penting sekali menganalisa kebutuhan dan keperluan sehingga melangkah jauh kedepan dan lebih terstruktur. Semua yang terjadi tidak perlu takut tetapi hadapi dan buat rumusan yang jitu.

(ZAH/FBC)
Editor : Fiter Bagus
Penulis : Zulfikar Ali Husen

Komentar

Komentar
()

Top