Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Budaya Helenistik Menyebar Luas pada Era Alexander Agung

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Proses penyebaran kebudayaan Helenistik bermula ketika Raja Filipus II dari Macedonia mulai menganeksasi wilayah di Yunani. Setelah ia meninggal, dilanjutkan dengan anaknya, Alexander Agung, hingga pengaruhnya semakin luas.

Nama Helenistik dari bahasa Yunani,hellasyang artinya Yunani. Budaya maju ini hasil gabungan antara kebudayaan Yunani kuno, Asia kecil, Syiria, Mesopotamia, dan Mesir. Sejarawan sejarawan JG Droysen menyebut periode Helenistik atau era Helenistik adalah masa yang berlangsung setelah penaklukan Alexander Agung.

Budaya ini menyebar kuat hingga aneksasi Yunani oleh Roma pada 146 SM. Meskipun pemerintahan Roma mengakhiri kemerdekaan dan otonomi Yunani, namun hal itu tidak menghentikan proses Helenisasi saat itu.

Alexander Agung (memerintah 336-323 SM) dari Macedonia, memimpin pasukannya dalam serangkaian kampanye yang berhasil untuk menaklukkan dunia. Melalui Yunani, turun ke Mesir, melintasi Persia, hingga India, menyebarkan nilai budaya dan filsafat Yunani yang dipelopori filsuf Yunani, Aristoteles (384-322 SM).

Saat Alexander berkampanye, Aristoteles menyebarkan pemikiran dan budaya Yunani di belakangnya, sehingga "menghelenisasi" atau menjadikan Yunani dalam budaya dan peradaban masyarakat yang ditaklukkan. Alexander, putra Philip II (memerintah 359-336 SM) menganggap Macedonia sebagai wilayah terbelakang yang tidak terlalu penting. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengubah pandangan itu secara dramatis.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top