Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Bikin Ulah Lagi, Adidas Selidiki Kanye West atas Perilaku Tak Pantas

Foto : VOA/AP

Kanye West menyaksikan paruh pertama pertandingan bola basket NBA antara Washington Wizards dan Los Angeles Lakers di Los Angeles, pada 11 Maret 2022.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Adidas mengatakan, Kamis (24/11), pihaknya menyelidiki tuduhan terhadap Kanye West setelah sebuah laporan memberitakan perilakunya yang tidak pantas, beberapa minggu setelah raksasa pakaian olahraga asal Jerman itu mengakhiri kerja samanya dengan sang rapper.

Menurut VOA, Jumat (25/11), majalah AS Rolling Stone memberitakan klaim bahwa West memutar konten pornografi ke hadapan staf Adidas dalam rapat, mendiskusikan pornografi dan menunjukkan foto mesra mantan istrinya, Kim Kardashian, dalam beberapa wawancara kerja.

Majalah itu mengatakan bahwa mantan anggota tim yang terlibat dalam "Yeezy" - lini produk yang dirancang bersama West - telah merilis surat yang menuduh eksekutif Adidas mengetahui perilaku yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun itu, tetapi menutup mata.

"Belum jelas hingga saat ini apakah tuduhan yang dibuat dalam surat anonim itu benar adanya," kata Adidas dalam pernyataannya.

"Meski demikian, kami menganggap sangat serius tuduhan-tuduhan ini dan telah mengambil keputusan untuk segera meluncurkan penyelidikan independen atas masalah ini untuk mengatasi tuduhan-tuduhan tersebut."

Laporan Rolling Stone yang mengutip mantan staf yang tidak disebutkan namanya, menuduh sang rapper menggunakan taktik intimidasi terhadap pegawai, sering kali ditujukan terhadap wanita.

Dalam surat itu, para mantan pegawai Yeezy mendesak Adidas untuk mengatasi "lingkungan toksik dan kacau yang diciptakan Kanye West."

Pengungkapan itu muncul setelah Adidas bulan lalu mengakhiri kerja samanya dengan West, yang secara resmi dikenal sebagai Ye, setelah serangkaian pernyataan anti-Yahudi yang disampaikannya.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pernyataan West "tidak dapat diterima, penuh kebencian dan berbahaya."


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : -

Komentar

Komentar
()

Top