Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Antisipasi Krisis

BI Tetap Implementasikan Kebijakan Akomodatif

Foto : ISTIMEWA

Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan moneter dan makroprudensial akan tetap akomodatif tahun depan. Langkah itu dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan mengantisipasi ancaman resesi kendati perekonomian nasional saat ini masih relatif terjaga.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan, dari sisi bauran kebijakan moneter baik suku bunga, likuiditas, dan nilai tukar masih akan akomodatif, sedangkan dari bauran kebijakan makroprudensial pun begitu.

"Jadi sekarang, dua pedal ini kita injak bersama dalam kondisi kita sekarang melihat perlu untuk mendorong pertumbuhannya," ujar Dody di sela-sela Seminar Economic Outlook 2020 di Jakarta, Selasa (10/12).

Menurutnya, bank sentral tidak hanya mengandalkan kebijakan moneter namun juga menggunakan kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar, dan ekonomi syariah, dalam menghadapi gejolak dan tantangan ekonomi global dan domestik.

"Kita di awal 2018 masih menggunakan dua pedal, pedal rem untuk stabilisasi dengan kebijakan moneter ketat dan pedal gas untuk kebijakan akomodatif makroprudensial dan untuk mendorong perekonomian. Di 2019 khususnya di triwulan kedua, dua pedal tadi digunakan untuk akselerasi, untuk akomodatif," ujar dia.

BI tahun ini sudah menurunkan suku bunga acuannya hingga 100 basis poin (bps). Dody mengatakan masih ada ruang untuk penurunan suku bunga. Namun, lanjutnya, bank sentral sekarang lebih berhati-hati.

"Kita akan lihat seberapa besar risiko ke depan akan muncul dan berpengaruh terhadap pencapaian target atau istilah ekonominya data dependant . Beda dengan dua bulan lalu kita forward guidance, kita katakan kita akan cut suku bunga. Saat ini kita masih ada room tapi sangat data dependant," kata Dody.

Pelonggaran RIM

Menurut Dody, BI akan relatif menggunakan pedal gas untuk kebijakan makroprudensial di mana bank sentral akan merelaksasi beberapa kebijakan untuk mendorong sektor riil melalui penyaluran kredit perbankan. Salah satu kebijakan makroprudensial yang akomodatif tersebut yaitu dengan pelonggaran parameter likuiditas Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM).

"Kita berikan room pada perbankan sekarang untuk kembali lebih lending tapi artinya lending itu harus memperhatikan prudensial dari perbankan, CAR-nya seperti apa, NPL-nya seperti apa. Jadi itu yang dijaga untuk memberikan room kepada perbankan untuk lending," ujarnya.

Ketentuan RIM bagi perbankan kini telah dilonggarkan dengan menambah sumber pendanaan perbankan yakni pinjaman tenor di atas satu tahun, selain Dana Pihak Ketiga(DPK) dan Surat-Surat Berharga. Ant/E-10


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top