Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Stabilitas Moneter

Bank Sentral Tiongkok Suntikkan Likuiditas ke Pasar

Foto : ANTARA/XINHUA

Bank sentral Tiongkok menyuntikkan uang tunai ke pasar uang pada Juli untuk memenuhi permintaan likuiditas dari lembaga-lembaga keuangan.

A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Bank sentral Tiongkok menyuntikkan uang tunai ke pasar uang pada Juli 2023 untuk memenuhi permintaan likuiditas dari lembaga-lembaga keuangan.

Total 103 miliar yuan (1 yuan = 2.109 rupiah) disuntikkan ke pasar melalui fasilitas pinjaman jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) pada bulan lalu untuk menjaga likuiditas dalam sistem perbankan pada tingkat yang memadai, menurut bank sentral Tiongkok, People's Bank of Tiongkok (PBOC).

Seperti dikutip dari Antara, dana itu akan jatuh tempo dalam satu tahun dengan tingkat bunga 2,65 persen. Total pinjaman outstanding MLF mencapai lebih dari 5,19 triliun yuan pada akhir Juli.

MLF diperkenalkan pada 2014 untuk membantu bank komersial dan bank kebijakan menjaga likuiditas dengan mengizinkan mereka meminjam dari bank sentral menggunakan sekuritas sebagai agunan.

Sebanyak 550 juta yuan lainnya dipinjamkan ke lembaga-lembaga keuangan melalui fasilitas pinjaman tetap (standing lending facility/SLF) pada Juli untuk memenuhi permintaan likuiditas sementara.

Dukungan Pinjaman

Selain itu, Tiongkok telah memutuskan memperluas beberapa langkah menguntungkan, termasuk dukungan pinjaman dan pengurangan pajak, bagi perusahaan mikro dan kecil untuk mendorong pertumbuhan mereka.

"Wajib Pajak dengan pendapatan penjualan bulanan tidak lebih dari 100.000 yuan (sekitar 14.000 dollar AS) akan terus dibebaskan dari pajak pertambahan nilai," bunyi pernyataan yang dirilis bersama oleh Kementerian Keuangan dan Administrasi Perpajakan Negara, Rabu (2/8).

Sementara itu, untuk perusahaan mikro dan kecil serta rumah tangga wiraswasta yang saat ini menikmati tarif pajak pertambahan nilai yang menguntungkan 1 persen, dikurangi dari 3 persen, kebijakan itu akan tetap berlaku.

Dukungan keuangan yang relevan juga akan dipertahankan. Pendapatan pemberi pinjaman yang berasal dari bunga pinjaman dan biaya penjaminan yang terkait dengan badan usaha kecil tersebut akan tetap bebas dari pajak pertambahan nilai, dan kontrak pinjaman mereka akan terus dibebaskan dari bea materai.

"Semua kebijakan tersebut di atas akan berlaku efektif hingga akhir tahun 2027," kata pernyataan tersebut.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top