Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Sentral Tiongkok Suntikkan Likuiditas ke Pasar

📅 Kamis, 03 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Bank Sentral Tiongkok Suntikkan Likuiditas ke Pasar Doc: ANTARA/XINHUA
Ket. Bank sentral Tiongkok menyuntikkan uang tunai ke pasar uang pada Juli untuk memenuhi permintaan likuiditas dari lembaga-lembaga keuangan.

BEIJING - Bank sentral Tiongkok menyuntikkan uang tunai ke pasar uang pada Juli 2023 untuk memenuhi permintaan likuiditas dari lembaga-lembaga keuangan.

Total 103 miliar yuan (1 yuan = 2.109 rupiah) disuntikkan ke pasar melalui fasilitas pinjaman jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) pada bulan lalu untuk menjaga likuiditas dalam sistem perbankan pada tingkat yang memadai, menurut bank sentral Tiongkok, People's Bank of Tiongkok (PBOC).

Seperti dikutip dari Antara, dana itu akan jatuh tempo dalam satu tahun dengan tingkat bunga 2,65 persen. Total pinjaman outstanding MLF mencapai lebih dari 5,19 triliun yuan pada akhir Juli.

MLF diperkenalkan pada 2014 untuk membantu bank komersial dan bank kebijakan menjaga likuiditas dengan mengizinkan mereka meminjam dari bank sentral menggunakan sekuritas sebagai agunan.

Sebanyak 550 juta yuan lainnya dipinjamkan ke lembaga-lembaga keuangan melalui fasilitas pinjaman tetap (standing lending facility/SLF) pada Juli untuk memenuhi permintaan likuiditas sementara.

Dukungan Pinjaman

Selain itu, Tiongkok telah memutuskan memperluas beberapa langkah menguntungkan, termasuk dukungan pinjaman dan pengurangan pajak, bagi perusahaan mikro dan kecil untuk mendorong pertumbuhan mereka.

"Wajib Pajak dengan pendapatan penjualan bulanan tidak lebih dari 100.000 yuan (sekitar 14.000 dollar AS) akan terus dibebaskan dari pajak pertambahan nilai," bunyi pernyataan yang dirilis bersama oleh Kementerian Keuangan dan Administrasi Perpajakan Negara, Rabu (2/8).

Sementara itu, untuk perusahaan mikro dan kecil serta rumah tangga wiraswasta yang saat ini menikmati tarif pajak pertambahan nilai yang menguntungkan 1 persen, dikurangi dari 3 persen, kebijakan itu akan tetap berlaku.

Dukungan keuangan yang relevan juga akan dipertahankan. Pendapatan pemberi pinjaman yang berasal dari bunga pinjaman dan biaya penjaminan yang terkait dengan badan usaha kecil tersebut akan tetap bebas dari pajak pertambahan nilai, dan kontrak pinjaman mereka akan terus dibebaskan dari bea materai.

"Semua kebijakan tersebut di atas akan berlaku efektif hingga akhir tahun 2027," kata pernyataan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.