Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakal Muncul 6 'King Makers'

📅 Kamis, 01 Jul 2021, 07:30 WIB | Oleh:
Bakal Muncul 6 'King Makers' Doc: Istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia, Wempy Hadir

JAKARTA - Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia, Wempy Hadir menyebutkan setidaknya akan ada enam "king makers" di Pemilihan Presiden 2024.
Wempy Hadir dalam diskusi yang digelar PARA Syndicate-SULINDO, di Jakarta, Rabu mengatakan nama pertama adalah Presiden Joko Widodo. Menurut dia meski Jokowi bukan pemilik partai, sosok ini memiliki kekuatan yang penting dipertimbangkan.
"Yang pertama adalah Jokowi, suka tidak suka saya kira Jokowi hari ini bukan hanya kader partai tetapi juga punya kekuasaan yang sangat powerfull. Ia menguasai kementerian dan lembaga strategis. Selain itu, kesetiaan rakyat terhadap presiden sangat tinggi," kata dia.
Apalagi, lanjut dia, Jokowi memiliki citra bersih dan sederhana, sehingga kesetiaan para pembantu Jokowi sangat tinggi.
Nama kedua adalah Megawati Soekarnoputri yang tidak perlu diragukan lagi sebagai «king atau queen makers Dia memiliki parpol dan kekuatan di pilpres mendatang.
Megawati bersama PDIP mampu merebut kemenangan dua periode pilpres. PDIP sendiri memiliki militansi yang cukup tinggi dalam membangun kekuatan luar biasa. Apalagi dengan pakem sampai saat ini memperjuangkan wong cilik.
Nama berikutnya lanjut Wempy, adalah Prabowo Subianto, meski di tengah melemahnya elektabilitas. Hal itu bisa membuat pemimpin Parpol Gerindra menjadi king makers di 2024.
berada Dia bisa jadi akan didorong oleh koalisi yang akan dibentuk.
Nama keempat adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang tentunya akan memperjuangkan Demokrat dan Agus Harimurti Yudhoyono untuk setara dengan tokoh atau politisi lain.
SBY masih memiliki beban sejarah dalam hidupnya. Dia belum berhasil mengantar anaknya masuk dalam gelanggang politik nasional.
Lalu, nama kelima menurutnya adalah Jusuf Kalla. Meski tidak memiliki partai, JK sangat lihai memainkan peran. Bahkan dia mampu mengantarkan Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Menurut saya portofolio ini tidak bisa dianggap remeh dan layak menjadikan JK sebagai salah satu king makers," ujarnya.
Nama terakhir menurut Wempy adalah Surya Paloh. Sosok tersebut memiliki partai untuk maju pada pertarungan pemilihan presiden. Dia menilai Surya Paloh bisa menjadi king makers melihat konstalasi politik belakangan ini.
"Melihat konstalasi politik terakhir, bukan meregang, tapi saya melihat agak dingin hubungan di antara koalisi pemerintah. Jadi seolah-olah Surya Paloh mungkin tidak akan diajak lagi era nanti," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Nasional
Aksi Penyampaian Aspirasi B...
Luar Negeri
Prancis Perpanjang Jam Malam
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.