Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Bahlil: Ketum Golkar Terdahulu Selalu Dekat dengan Pemerintah

Foto : antarafoto

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia

A   A   A   Pengaturan Font

Pada Munas Partai Golkar selanjutnya, dia mengatakan ada dua kandidat calon ketua umum yakni Surya Paloh dan Aburizal Bakrie. Saat itu, Surya Paloh menurutnya didukung oleh Jusuf Kalla yang sudah selesai menjabat sebagai Wakil Presiden, sedangkan Aburizal Bakrie didukung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang masih menjadi Presiden.

"Setelah Pak Ical (Aburizal) selesai, muncul Pak Setya Novanto lewat Munaslub. Posisinya Pak Setya Novanto sebagai Ketua DPR dekat dengan Pak Jokowi, Alhamdulillah menang," kata dia.

Kemudian dia juga menilai bahwa Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar karena dekat dengan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perindustrian pada eranya. "Senior-senior mohon maaf luruskan kalau saya salah," kata dia.

Adapun setelah pidato tersebut, Bahlil disetujui oleh peserta Munas XI Partai Golkar untuk menjadi Ketua Umum baru Partai Golkar dengan status ketua formatur yang akan menyusun kepengurusan pusat partai secara mandiri.

Pada agenda penutupan, Munas XI Partai Golkar pun rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada pukul 18.30 WIB. Di agenda tersebut Bahlil akan ditetapkan secara resmi sebagai pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin itu.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Sriyono
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top