Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Babak Baru Perang! Setelah Beri Ultimatum, Pasukan Rusia Justru Alami Kemunduran Ini dan Bermasalah

Foto : REUTERS/Zohra Bensemra

Tank artileri Rusia Rusak di Trostianets, wilayah Sumy, Ukraina, 15 April.

A   A   A   Pengaturan Font

Pasukan Rusia dikabarkan tengah menghadapi masalah suplai logistik ketika sedang bersiap melakukan rangkaian serangan di wilayah timur Ukraina.

Hal itu disampaikan oleh angkatan bersenjata Ukraina dalam sebuah pernyataan tertulis di akun Facebook resmi mereka pada Minggu (17/4).

"Militer Rusia terus mengeluhkan kurangnya rotasi, peralatan yang tak bisa bekerja, kualitas makanan dan suplai bahan bakar," demikian tulis militer Ukraina.

Angkatan bersenjata Ukraina mengklaim pasukan Rusia mengalami masalah suplai saat tengah bersiap melakukan serangan lagi di wilayah timur negara itu.

Tidak hanya itu, angkatan bersenjata Ukraina juga melaporkan bahwa pasukan Rusia kerap melakukan penjarahan bahkan kekerasan terhadap warga Ukraina yang berdomisili di wilayah yang dikuasai Ukraina.

Aksi penjarahan dan kekerasan tersebut bahkan dikatakan oleh angkatan bersenjata Ukraina, dilakukan pasukan Rusia di bawah komando militer Rusia.

"Aksi ini didukung komando militer mereka," lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, pasukan Ukraina yang bertugas menjaga kedaulatan di wilayah timur negara tersebut mengklaim berhasil menggagalkan sepuluh serangan Rusia pada Sabtu (16/4). Mereka juga mengatakan sukses menghancurkan 15 tank dan peralatan perang milik Rusia lainnya.

Walaupun demikian, serangan Rusia di Ukraina tidak lantas berhenti.

Kepala Administrasi Militer Luhansk, Serhii Haidai menyatakan empat gedung di kota Severodonetsk terbakar setelah menjadi sasaran serangan Rusia. Namun Haidai tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban dalam insiden tersebut.

Haidai bahkan memprediksi 70 persen wilayah kota yang dipimpinnya telah hancur akibat invasi Rusia.

"Hampir tidak ada satupun yang bisa dihancurkan di sana. Musuh telah menghancurkan perumahan dalam enam pekan terakhir," tuturnya seperti yang dilansir dari CNN International.

Hingga 13 April lalu, Kementerian Pertahanan Inggris melalui buletin regulernya mengungkapkan pasukan Rusia mengalami kehilangan yang hebat dan terpaksa ditarik ke Belarusia dan Rusia. Enam jenderal Russia juga dilaporkan telah terbunuh selama invasi ke Ukraina.

Sebanyak 2.151 artileri kendaraan Rusia dan pesawat terbang telah rusak, ditinggalkan, dihancurkan atau direbut. Tak tanggung-tanggung, jumlah itu bahkan tiga kali lipat lebih banyak dari Ukraina.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Suliana

Komentar

Komentar
()

Top