Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Apa Manfaat Usia Biologis di Bawah Usia Kronologis? 

Foto : antara
A   A   A   Pengaturan Font

Seseorang dengan usia biologis di bawah usia kronologis menandakan dirinya awet muda, tubuhnya bugar dan memiliki angka harapan hidup lebih lama, menurut dr Nadia Alaydrus.

Usia biologis merujuk pada usia organ tubuh seseorang, sementara usia kronologis adalah usia yang dihitung berdasarkan tanggal dan tahun lahir.

"Setiap orang pasti ingin punya usia biologis di bawah usia kronologis. Jadi istilahnya awet muda secara penampilan maupun secara organ-organ dalam tubuh. Usia biologis di bawah usia kronologis supaya kita bisa hidup lebih lama," kata Nadia di Jakarta, Rabu.

Awet mudatak berarti fokus pada wajah tetapi keseluruhan tubuh. Ini berarti juga tak semata kulit melainkan organ-organ tubuh lainnya. Agar seseorang bisa awet muda, maka dia perlu menerapkan gaya hidup yang sehat.

Gaya hidup sehat ini termasuk menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

"Makan banyak itu enggak disarankan. Makan itu yang penting cukup dan apa yang kita makan sesuai yang dibutuhkan tubuh kita. Tubuh kita itu 70-80 persen air dan 16 persen itu protein, jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu protein," jelas Nadia.

Selain itu, aktivitas fisik rutin juga penting, ditambah cukup tidur dan mengelola stres yang tepat.

Nadia menambahkan masyarakat perlu menyadari pentingnya memperhatikan usia biologis karena orang dengan usia kronologis muda akan memiliki risiko tinggi terkena penyakit kronis bila usia biologisnya tua.

"Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan aktif seperti berolahraga, dapat membantu memperlambat penuaan biologis dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," demikian kata dia.

Data Laporan Nasional Sport Development Index oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun 2021 memperlihatkan bahwa lebih dari 75 persen masyarakat Indonesia memiliki tingkat kebugaran yang kurang.

Tubuh yang tak bugar berdampak pada meningkatnya risiko penyakit seperti stroke, penyakit jantung, dan ginjal.


Redaktur : -
Penulis : Antara, Ones

Komentar

Komentar
()

Top