Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Sektor Pertanian

Anggaran Fasilitas Irigasi Minim

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - DPR RI menyoroti rendahnya anggaran untuk pembangunan irigasi. Padahal irigasi merupakan jantung pertanian. Tanpa irigasi yang mumpuni, produksi pertanian bakal terganggu sehingga berdampak pada ketahanan pangan nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, menyebut alokasi anggaran Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2023 sebesar 3,1 triliun rupiah. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan alokasi anggaran di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 15,5 triliun rupiah.

"Ditjen PSP ini kan ada program pembangunan irigasi tersier. Anggarannya kecil, tapi mestinya volumenya banyak. Seharusnya, anggaran pembangunan irigasi ini tidak lebih kecil dari anggaran bendungan PUPR yang sebesar 15,5 triliun rupiah. Namun kenyataannya, pengelolaan air irigasi pertanian yang semula 905,7 miliar rupiah malah turun 736,53 miliar rupiah" ungkap Andi, di Jakarta, Rabu (11/1).

Baca Juga :
Optimalkan Lahan Rawa

Pemerintah saat ini mengupayakan tercapainya ketahanan pangan nasional sebagai kunci untuk menghadapi ancaman krisis pangan. Namun, menurut Andi, upaya menuju pembangunan pangan yang kokoh di Tanah Air ini masih jauh dari harapan. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan bendungan yang terus berjalan hingga 61 titik bendungan yang menjadi terobosan pengelolaan sumber daya air yang dinilai belum cukup.

Menurut Andi Akmal, sumber daya air bukan hanya untuk kebutuhan air minum, dan kebutuhan hajat hidup orang banyak, melainkan juga menjadi penopang utama sarana pendukung pertanian. Untuk itu, keterjangkauan pengairan yang baik bagi lahan pertanian yang banyak tersebar, juga memerlukan prioritas dalam sistem pengairannya. Hal itu, lanjutnya, akan dapat dipenuhi dengan irigasi tersier.

Dukungan Infrastruktur

Secara terpisah, Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil menyampaikan pada tahun lalu sektor pertanian menyediakan sarana irigasi melalui rehabilitasi jaringan, irigasi perpipaan, pembangunan embung/Dam Parit/Long Storage dan Bangunan Konservasi air sebanyak 4.448 Unit pada 2022.

"Untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern memerlukan dukungan penyediaan prasarana dan sarana pertanian (Prasatani) untuk kelancaran dan keberhasilan kegiatannya," terangnya.


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top