Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Ancelotti: Pantang Menyerah adalah DNA Real Madrid

Foto : ANTARA/AFP/Franck Fife

Arsip - Carlo Ancelotti mengangkat trofi Liga Champions saat ia menjuarainya bersama Real Madrid untuk musim 2013/14 di Stadion da Luz, Lisabon, Portugal, pada 24 Mei 2014.

A   A   A   Pengaturan Font

Ancelotti: Pantang penyerah adalah DNA Real Madrid

JAKARTA - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengatakan pantang menyerah adalah DNA yang dimiliki timnya.

Hal ini dikatakan Ancelotti setelah Madrid memenangi laga semifinal Supercopa des Espana di Stadion Al-Awwal, Arab Saudi, Kamis WIB dalam drama delapan gol dengan skor 5-3 melawan Atletico Madrid.

"Tim tidak pernah menyerah. Ini adalah DNA Real Madrid dan ini merupakan pelajaran bagus bagi para pemain muda. Kami bisa saja kalah hari ini, tapi kami tidak pernah menyerah. Tim sangat senang dan kami harus tetap tenang karena ini adalah pertandingan yang penuh emosi," ucap Ancelotti, melansir dari laman resmi klub, Kamis.

Pada laga itu, Mario Hermoso (6') membuat Atletico unggul terlebih dahulu lewat tandukannya. Tak berselang lama, lewat situasi yang sama yaitu tendangan pojok, Antonio Rudiger (20') menyamakan kedudukan 1-1 sebelum kemudian berbalik unggul ketika Ferland Mendy mencatatkan namanya ke papan skor sembilan menit setelahnya.

Skor 2-1 untuk Madrid tidak bertahan lama karena pada menit ke-37, lewat akselerasinya, Antoine Griezmann memaksa skor kembali sama kuat 2-2 untuk mengakhiri babak pertama.

Memasuki babak kedua, Atletico unggul 3-2 saat Rudiger mencetak gol bunuh diri pada menit ke-78. Namun, kemenangan yang hampir di depan mata Atletico buyar ketika Daniel Carvajal menyamakan kedudukan lima menit sebelum waktu tambahan.

Laga kemudian dilanjutkan extra time dan di babak ini, El Real mengunci kemenangan ketika Joselu (115') dan Brahim Diaz (120+2') menjadi pencetak gol untuk menutup laga dengan skor 5-3.

"Menurut saya, kami berdua adalah tim yang sangat kuat. Atletico bermain sangat baik dan mereka tampil sangat kuat saat menguasai bola di babak pertama. Griezmann bermain di level tinggi dan ketika Atletico menguasai bola, sulit untuk merebutnya kembali. Mereka terorganisir dengan sangat baik dan pertandingannya selalu sulit," ucap Ancelotti.

Selanjutnya, Los Blancos perlu satu laga lagi untuk merebut trofi Supercopa de Espana musim ini. Vinicius Junior dan kawan-kawan akan berlaga pada laga final, Senin (15/1) melawan pemenang antara FC Barcelona melawan Osasuna yang akan bermain pada Jumat (12) pukul 03.00 WIB di Stadion Al-Awwal.

"Kami punya 90 menit tersisa untuk memenangkan trofi dan itulah tujuannya," tutupnya.


Redaktur : -
Penulis : Antara, Alfred

Komentar

Komentar
()

Top