Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Dampak Pandemi

Amerika Umumkan 5 Hari Masa Berkabung

Amerika Umumkan 5 Hari Masa Berkabung
Foto : AFP/SAUL LOEB

Mengheningkan Cipta l (Dari kiri ke kanan) Presiden AS, Joe Biden, didampingi Ibu Negara Jill Biden dan Wapres Kamala Harris dan suaminya, Doug Emhoff, saat mengheningkan cipta di luar Gedung Putih, Washington DC, Senin (22/2) malam. Acara mengheningkan cipta ini digelar sebagai tanda berkabung atas tewasnya lebih dari 500 ribu warga AS akibat pandemi virus korona.

A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, pada Senin (22/2) telah memerintahkan seluruh gedung federal termasuk Gedung Putih, dan kantor kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk memasang bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung terhadap warga Amerika yang tewas akibat Covid-19.

Perintah Presiden Biden itu dikeluarkan setelah pada awal pekan ini di AS tercatat korban tewas akibat pandemi virus korona menurut pantauan Johns Hopkins University angkanya mencapai lebih dari 500 ribu jiwa.

"Semua ini amat memilukan. Saya tahu seperti apa rasanya kehilangan seseorang," pidato Biden yang disiarkan saluran televisi nasional, mengacu pada tragedi kematian dalam keluarganya. "Saya minta semua warga AS untuk ingat terhadap siapa saja yang meninggalkan kita dan siapa saja yang kita tinggalkan. Saya juga meminta agar kita bertindak, tetap waspada, melakukan jaga jarak, kenakan masker, dan melakukan vaksinasi," imbuh Presiden AS itu.

Usai berpidato, Presiden Biden, didampingi Ibu Negara Jil dan Wakil Presiden Kamala Harris dan suaminya, Doug Emhoff, berdiri di luar Gedung Putih untuk mengheningkan cipta dihadapan 500 lilin yang menyala yang merepresentasikan angka kematian akibat Covid-19 di negaranya. Upacara mengheningkan cipta ini diiringi lagu Amazing Grace yang dibawakan oleh korps Marinir AS.

"Sebagai bangsa, kita tak boleh dan jangan membiarkan semua ini berlanjut. Kita harus mengakhiri perbedaan politik dan disinformasi yang memecah belah keluarga dan masyarakat. Kita semua harus melawannya secara bersama sebagai satu bangsa yaitu bangsa Amerika Serikat," tegas Biden.

Prioritas Utama

Tidak seperti presiden AS sebelumnya yaitu Donald Trump, yang kerap menyepelekan pandemi, Biden justru menjadinya pemberantasan pandemi sebagai prioritas utamanya. Saat ini pemerintah AS semakin menggencarkan kampanye vaksinasi dan publik pun mulai berempati terkait pandemi ini.

Dalam pidatonya, Presiden Biden menyatakan bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 di AS bisa melebihi angka 600 ribu, walau saat ini telah terjadi tren penurunan infeksi secara tajam di seluruh dunia dan penyebaran vaksin terus meningkat di negaranya.

Sementara itu ketua penasihat medis untuk Presiden Biden yaitu Anthony Fauci menyatakan bahwa angka kematian ini merupakan yang terburuk dalam sejarah.

"Kita belum pernah mengalami (angka kematian) sebesar ini selama dalam 100 tahun sejak pandemi influenza pada 1918," ucap Fauci dalam acara "Meet the Press" yang disiarkan stasiun televisi NBC pada Minggu (21/2).

AFP/I-1

(ils/I-1)
Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top