
Amazon Akhirnya Buka Suara Soal Nasib James Bond
Daniel Craig memerankan James Bond.
Foto: ComicBookJAKARTA - CEO Amazon, Andy Jassy, mengungkapkan perusahaan akan sangat berhati-hati dalam menangani waralaba James Bond setelah mengambil alih kendali kreatif penuh atas properti ikonik ini.
Dalam wawancara dengan CNBC, Jassy menegaskan belum ada rencana konkret untuk film Bond berikutnya, namun Amazon memiliki ambisi besar untuk mengembangkan waralaba ini dalam jangka panjang.
"Kami belum punya rencana tentang tema selanjutnya. Belum ada yang menulis ceritanya. Namun, kami akan sangat berhati-hati," tutur Andy Jassy, CEO Amazon.
Waralaba Bond sebelumnya dikendalikan oleh Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson, produser lama yang selalu menjaga integritas dan eksklusivitas Bond. Namun, dengan adanya usaha patungan antara Amazon, MGM, dan para produser lama, kini Michael G. Wilson pensiun dari dunia perfilman.
Barbara Broccoli masih memiliki saham dalam waralaba ini tetapi kini lebih fokus pada proyek lain. “Bond 26” belum masuk tahap produksi dan diperkirakan baru akan mulai setidaknya dalam satu tahun ke depan.
Sejak diakuisisi Amazon senilai 8,5 miliar dollar AS, banyak penggemar khawatir James Bond akan dieksploitasi berlebihan, seperti yang terjadi pada waralaba Marvel dan Star Wars.
Broccoli dan Wilson selama ini menolak ide spin-off atau serial TV Bond.
Kini, Amazon memiliki kebebasan untuk mengembangkan berbagai proyek Bond, termasuk serial untuk Prime Video. Namun, potensi konten Bond yang berlebihan bisa menurunkan daya tariknya.
Sebelumnya, Christopher Nolan dilaporkan ingin menyutradarai “Bond 26”, tetapi negosiasi gagal karena Broccoli tidak memberinya kontrol penuh atas hasil akhir film. Ini menambah daftar panjang tantangan kreatif yang dihadapi waralaba ini.
Meskipun Amazon bisa mempercepat produksi, mereka harus berhati-hati agar tidak merusak esensi Bond. Jika strategi mereka tidak tepat, waralaba ini bisa kehilangan keunikannya dan mengalami nasib serupa dengan beberapa waralaba besar lainnya.
Penggemar hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana Amazon menangani agen 007. Apakah akan tetap mempertahankan eksklusivitas dan kualitasnya, atau justru berubah menjadi franchise besar dengan terlalu banyak spin-off.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Milan dan Bologna Berebut Posisi Empat Besar
- 5 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
Berita Terkini
-
Trump akan Mengakhiri Kontrak Minyak Chevron dengan Venezuela
-
Kementerian Agama dan Garuda Indonesia Teken Perjanjian Angkutan Calon Haji
-
KAI Daop 1 Jakarta catat 426 ribu tiket KA Lebaran 2025 sudah dipesan
-
Pj Gubernur Babel tinjau peternakan sapi potong
-
BPBD Trenggalek luncurkan layanan whatsApp siaga bencana