Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Africa CDC Sebut Wabah Mpox Tak Terkendali di Benua Afrika

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 11:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Africa CDC Sebut Wabah Mpox Tak Terkendali di Benua Afrika Doc: The Guardian/AP/Moses Sawasawa
Ket. Seorang petugas kesehatan di pusat perawatan mpox di Munigi, di bagian timur Republik Demokratik Kongo.

RWANDA - Africa CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mengingatkan tentang kecenderungan meningkatnya kasus mpox yang mengkhawatirkan dan tidak terkendali di seluruh benua tersebut.

"Kami bisa mengatakan sekarang bahwa mpox tidak terkendali di Afrika," kata Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, dalam konferensi pers online pada Kamis (19/9).

Kaseya mengatakan telah terjadi peningkatan 177 persen dalam jumlah kasus mpox dan peningkatan 38,5 persen dalam jumlah kematian di 15 negara Afrika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dalam sepekan terakhir, tercatat 2.912 kasus baru dan 14 kematian, sehingga Africa CDC menekankan perlunya memperkuat langkah-langkah pengawasan untuk menahan penyebaran penyakit cacar monyet tersebut.

Afrika telah mencatat lebih dari 29.000 kasus dan 738 kematian tahun ini, menurut data terbaru dari Africa CDC.

Lebih lanjut,Kaseya menyoroti tantangan kurangnya kapasitas pengujian dan laboratorium. Ia mengungkapkan harapan bahwa Afrika akan menerima 10 juta dosis vaksin dari mitra untuk menghentikan penyebaran.

"Mari kita bicarakan vaksinasi. Kami memiliki cerita sukses, kami mulai (vaksinasi) di Rwanda dengan 500 orang yang divaksinasi," ucapnya.

Africa CDC mencatat Rwanda menerima 1.000 dosis vaksin dari Nigeria berdasarkan kesepakatan bilateral dari alokasi 10.000 dosis yang diterimanya dari Amerika Serikat.

Vaksinasi diluncurkan pada Selasa, menargetkan tujuh distrik yang berbatasan dengan Kongo dengan populasi yang berisiko tinggi terkena mpox.

Kongo sebagai negara yang paling terkena dampak di wilayah tersebut akan memulai vaksinasi pada minggu pertama Oktober.

Hingga saat ini, Kongo telah menerima 200.000 vaksin mpox dari donor termasuk Otoritas Kesiapsiagaan dan Respons Kesehatan Komisi Eropa. Jumlah tersebut masih jauh dari 3 juta dosis yang dibutuhkan untuk mengakhiri wabah, menurut pihak berwenang.

Adapun Maroko merupakan negara terbaru yang melaporkan wabah mpox pada 12 September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.