Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Afghanistan Memanas. AS Evakuasi 2.500 Warga Amerika dari Kabul dalam Seminggu Terakhir

📅 Minggu, 22 Agu 2021, 10:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Afghanistan Memanas. AS Evakuasi 2.500 Warga Amerika dari Kabul dalam Seminggu Terakhir Doc: Antara/Sgt. Isaiah Campbell/US Marine Corps/Handou
Ket. Marinir AS yang ditugaskan di Unit Ekspedisi Kelautan (MEU) ke-24 menggendong bayi saat evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, dalam foto yang diambil Jumat (20/8/2021).

Washington - Amerika Serikat telah mengevakuasi 2.500 warga Amerika dari Kabul selama seminggu terakhir, kata para pejabat tinggi AS pada Sabtu (21/8).

Para pejabat AS itu mengatakan bahwa Washington berjuang melawan "ruang dan waktu" untuk mengevakuasi orang-orang dari Afghanistan.

Saat memberikan pengarahan kepada wartawan di Pentagon, Mayor Jenderal William Taylor mengatakan 17.000 orang sejauh ini telah dievakuasi dari Afghanistan, termasuk 2.500 warga Amerika.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby mengatakan dia tidak memiliki "angka pasti" tentang berapa banyak orang Amerika yang masih berada di Kabul dan Afghanistan secara keseluruhan.

"Kami berjuang melawan waktu dan ruang. Itulah perjuangan yang kami lakukan saat ini. Dan kami mencoba melakukan ini secepat dan seaman mungkin," kata Kirby.

Kirby menolak untuk menggambarkan secara spesifik "dinamika ancaman" di Kabul tetapi menyebut situasi keamanan di sana "tidak pasti dan dinamis."

Kirby juga mengatakan bahwa pemerintah AS bertujuan untuk "mengeluarkan sebanyak mungkin orang dengan secepat mungkin. Dan itulah yang menjadi fokusnya."

Mayor Jenderal William Taylor, dengan Staf Gabungan militer AS, mengatakan bahwa 3.800 orang dievakuasi dengan menggunakan penerbangan militer AS dan pesawat sewaan dari bandara Kabul dalam 24 jam terakhir.

Seminggu setelah kelompok militan Taliban menguasai Afghanistan, Amerika Serikat berusaha mati-matian untuk mengevakuasi ribuan orang --termasuk warga Amerika dan warga Afghanistan, yang berisiko setelah bekerja dengan pasukan pimpinan AS selama perang dua dekade di negara itu.

Sejumlah kekacauan terjadi di bandara Kabul saat evakuasi berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Para Penari Kolosal Gandrun...
Megapolitan
Wali Kota Bekasi Ajak Semua...

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.