Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Ada Apa Sampai Panglima TNI, Kapolri, Menkes, dan Kepala BNPB Datang Langsung Temui Sultan HB X di Yogya?

Foto : ANTARA/HO-Puspen TNI.

Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) mencatat informasi mengenai penanganan Covid-19 di Cengkareng, Jakarta, Kamis (24/6).

A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA - Bukan hal yang biasa jika pejabat utama penanganan pandemi virus korona ramai-ramai datang ke Yogya untuk bertemu langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Ya, pada Sabtu (17/7) kemarin, Panglima TNIMarsekal Hadi Tjahjanto,Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPB Ganip Warsito menemui Sultan HB X untuk membahas penanganan pandemidi Yogyakarta.

"Ada 55 desa atau kelurahan di Yogya yang masuk zona merah. Ini kita mau penetrasi langsung agar bisa diredam," kata Panglima TNI, kepada wartawan seusai pertemuan dengan Sultan HB X, mengungkapkan alasan kedatangannya ke Yogya.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa TNI dan polisi akan menggencarkan pembagian obat gratis bagi masyarakat Yogya yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Selain itu, menurut Hadi, testing, tracing, dan treatment atau 3T akan makin digencarkan, khususnya di 55 desa zona merah.

Strategi lain adalah serbuan vaksin,"dari semula hanya 140 ribu vaksinasi menjadi 500 ribu vaksinasi per hari," tandasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan untuk menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19 baru harian tak cukup hanya mengandalkan PPKM Darurat. Namun juga penegakan protokol kesehatan di masyarakat.

"Dalam beberapa waktu terakhir angka kepatuhan memakai masker di beberapa wilayah sudah mencapai 94 persen, namun ada juga wilayah yang angka kepatuhannya masih di bawah 80 persen," kata Sigit.

Ia juga meminta masyarakat memanfaatkanrumah isolasi atau shelter untuk isolasi mandiri masyarakat ketika kapasitas rumah sakit telah penuh.

"Pemanfaatan rumah isolasi yang dipersiapkan saat ini masih di angka 49 persen, artinya masih ada sisa ruang yang seharusnya bisa di manfaatkan namun banyak warga memilih isolasi di rumahnya," katanya.

Isolasi di shelter yang disediakan, kataSigit, memungkinkan warga yang terpapar terus terpantau kondisinya dan mendapatkan penanganan medis lebih baik.

"Tolong warga yang terpapar berkoordinasi dengan petugas-petugas PPKM di wilayah untuk mendapatkan asistensi mendapatkan tempat isolasi yang memiliki petugas kesehatan," kata Sigit.

Menteri KesehatanBudi Gunadi Sadikin mengatakan tingginya laju penularan harian di Indonesia termasuk di DIY diakui karena peran varian mutasi virus Covid-19 jenis Delta.

Budi mengatakan dengan penularan itu Presiden Jokowi menginstruksikan segera mempercepat target vaksinasi. "Untuk DIY misalnya vaksinasi tidak hanya ditarget 85 persen, tapi sebisa mungkin 100 persen," kata Budi.

Kepala BNPB Ganip Warsito mengatakan dari Satgas Covid-19 Nasional telah menyepakati untuk membantu penanganan 55 desa di DIY yang masuk zona merah dalam bentuk pendampingan dan bantuan-bantuan lain.

Namun Ganip mengakui penanganan itu juga diharapkan disertai kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan berlaku.

"Tidak ada satupun negara yang mampu menghadapi pandemi ini walau sudah mempersiapkan kapasitas pelayanan kesehatan sebaik mungkin namun tak disertai upaya pencegahan dari masyarakat sendiri," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan dari hasil pertemuan itu diharapkan segera ada kolaborasi bersama untuk menekan penularan kasus yang ada saat ini diYogyakarta"Kami juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat lebih baik bisa mengikuti apa yang kita harapkan untuk lebih disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan," kata Sultan HB X.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Eko S

Komentar

Komentar
()

Top