Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

76 Tahun Merdeka, Saatnya Bangkit

Foto : ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww

Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (22/7/2021). Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyatakan ekspor dan impor Indonesia mengalami surplus selama 14 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, termasuk pada Juni 2021 yang surplus 1,32 miliar dolar AS, tren tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Indonesia terus berlanjut pulih.

A   A   A   Pengaturan Font

Jangankan ­mobil, pangan saja sampai saat ini Indonesia masih impor. Sungguh ironi, 76 tahun merdeka tetapi masih ­impor pangan.

Hari ini, 76 tahun lalu, tepatnya 16 Agustus 1945, Soekarno dan Muhammad Hatta diculik ke Rengasdengklok, Karawang oleh golongan muda oleh Darwis, Wikana, dan kawan-kawan. Mereka membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok agar tidak mendapat pengaruh dari Jepang yang takluk dari sekutu pada Perang Dunia II.

Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta singgah di sebuah rumah milik petani keturunan Tionghoa. Hingga sore hari, Soekarno dan Hatta masih berada di Rengasdengklok. Golongan muda kembali mendesak agar proklamasi kemerdekaan Indonesia segera dilakukan. Dan akhirnya Soekarno dan Hatta pun kembali ke Jakarta malam hari untuk kemudian memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ini berarti, besok, Selasa, 17 Agustus 2021, Republik Indonesia berusia 76 tahun, usia yang sudah tidak boleh dibilang muda lagi. Sudah banyak pembangunan yang ditorehkan selama kurun waktu tersebut. Di bidang transportasi misalnya, jalan tol Trans Jawa yang sudah bertahun-tahun diimpikan, akhirnya sudah bisa menyambung dari Merak hingga Probolinggo. Sedangkan tol Trans Sumatera yang sebelumnya hanya wacana, kini sudah terbangun 531 km dari total 1.884 km yang direncanakan.

Dibangunnya jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera terasa sekali manfaatnya. Kini Jakarta - Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 9-11 jam dari sebelumnya 15-20 jam. Begitu juga Bandarlampung - Palembang yang tadinya memakan waktu 6-8 jam, ki ni bisa ditempuh dalam waktu 4 jam. Pasokan kebutuhan pokok menjadi lancar dan ujung-ujungnya semoga harganya menjadi lebih murah.

Pembangunan beberapa ruas jalan tol juga dibarengi dengan pengembangan tol laut dan tol udara. Hal ini membuat mobilitas barang dan manusia antarwilayah menjadi mudah. Konektivitas antarwilayah ini adalah kunci dalam perkembangan suatu negara karena otomatis mengurangi wilayah atau daerah dengan sebutan daerah tertinggal.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top