Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Sertifikasi Profesi

4 Insan Film Akan Dapat Sertifikat Setara Profesor

Foto : Koran Jakarta/Muhamad Marup

Menaker, Ida Fauziyah (ketiga dari kiri), usai menonton film bersama perwakilan pekerja dan buruh.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Sebanyak empat insan perfilman akan mendapat sertifikat Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) level 9 atau setara profesor. Mereka yaitu yakni Eros Djarot, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan George Kamarullah.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, usai menonton film bersama perwakilan pekerja dan buruh, di Jakarta, Jumat (28/5).

"Saat ini Kemnaker sedang memproses empat pekerja film yakni Eros Djarot, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan George Kamarullah, sebagai penerima sertifikat SKKNI level 9 atau setara profesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," ujar Menaker.

Ida mengatakan pihaknya juga memberikan anugerah Pekerja Film Berdedikasi Sepanjang Masa (life-time achievement award) kepada empat sineas tersebut. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada insan film Indonesia yang telah mengabdi sepanjang masa hidupnya bagi perfilman Indonesia.

Dia menekankan pesatnya perkembangan industri perfilman memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten dalam jumlah yang banyak. Untuk menciptakan SDM berdaya saing dan kompeten, sudah saatnya dunia perfilman di Indonesia menerapkan SKKNI.

"SKKNI perfilman selain sebagai salah satu tolok ukur penyiapan SDM berdaya saing, juga sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan mutu dari perfilman Indonesia,"katanya.

Upaya Pemulihan

Lebih jauh, Menaker mengatakan saat ini industri perfilman menjadi salah satu industri sangat terdampak oleh pandemi Covid-19. Pemerintah cukup optimistis upaya pemulihan pada sektor industri ini dapat segera dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan.

"Akselerasi upaya untuk pemulihan industri perfilman akibat pandemi Covid-19 harus segera dilakukan agar industri perfilman dapat kembali bangkit dan terus melesat, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi penyerapan pengangguran," jelasnya.

(ruf/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top